Mutiara Ramadhan: Makna Takwa

35
Mohammad Idris

Oleh:
Dr. KH. Mohammad Idris, MA
Wali Kota Depok

Soimin dan soimat, khususnya warga Depok yang saya cintai. Banyak sekali istilah-istilah di bulan Ramadhan, antara lain sebuah istilah yang sangat populer yaitu istilah Takwa, karena memang tercantum dalam salah satu paragraf ayat-ayat puasa ‘La’alakum Tattaqun’.

Namun tidak sedikit di antara kita yang memahami takwa secara parsial, ternyata Allah SWT ketika mengungkap kata takwa dalam al-quran, di akhir surat Al Baqarah ayat 183 ‘La’alakum Tattaqun’ itu mempunyai makna yang sangat dalam.

Secara etimologis kata Takwa bahasa Arab yang berasal dari rangkaian tiga huruf yaitu qof, waw, dan ya. Ketika dirangkai mempunyai makna kuat, mempunyai makna membentengi, dan mempunyai makna takut.

Secara terminologis, banyak sekali ulama yang mendefinisikan makna takwa dengan berbagai macam ungkapan-ungkapan kalimat.

Sayyidina Umar bin Khattab mengungkapkan takwa sebagai “berjalan dengan hari-hati”. Kalimat tersebut mucul setelah Umar bin Khattab berbincang-bincang dengan sahabat Ubay bin Ka’ab.

Ketika itu, Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay tentang hakikat takwa, lalu Ubay bin Ka’ab bertanya kembali kepada Umar, “apakah engkau pernah berjalan melewati jalan penuh duri?”, Umar menjawab; “tentu saja pernah”, lalu Ubay kembali bertanya, “apa yang engkau
lakukan?”, lantas Umar menjawab: “tentu aku berjalan dengan hati-hati”.

Sementara Sayyidina Ali Bin Abi Thalib mendefinisikan takwa dengan ungkapan ‘Takut kepada Al-Jalil (Allah swt), mengamalkan At-Tanzin (Al-Qur’an), serta mempersiapkan hari kiamat’

Ada juga yang mendefinisikan takwa dengan ungkapan “menjalankan perintah-perintah
Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya”.

Menjalankan perbuatan-perbuatan yang memang merupakan arahan-arahan, perintah-perintah Allah, serta menjauhi semua yang dilarang oleh Allah SWT merupakan hakikat takwa serta tujuan dari ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semuanya, untuk dapat mengamalkan ibadah-ibadah ritual dan ibadah-ibadah sosial di bulan Ramadhan, sehingga kita
menjadi hamba-hambanya yang bertakwa.|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here