Perang Sarung di Sukmajaya, Sekelompok ABG Diringkus Polisi

345
Sejumlah ABG saat diamankan di Polsek Sukmajaya

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Di bulan Ramadan ini dijadikan momen tak terpuji di kalangan remaja dan Anak Baru Gede untuk melakukan aksi tawuran atau perang sarung.

Salah satu warga, Gayo kepada wartawan mengatakan, di bulan Ramadan aksi tawuran tetap saja terjadi. Namun aksi tawuran polanya dilakukan berbeda, dimana mereka menggunakan sarung yang didalamnya diisi batu, atau senjata tajam.

“Kami dan rekan-rekan dari Depok Kondusif mengamankan belasan anak yang hendak tawuran menggunakan sarung,” ujarnya, kemarin.

Biasanya, kata dia, mereka melakukan aksi tawuran menjelang sahur atau subuh.

“Sebagai langkah mengantisipasi hal tersebut kami bersama tim melakukan patroli bersama,” paparnya.

Sementara itu di lokasi lain aggota Polsek Sukmajaya berhasil mengamankan sejumlah pelajar diduga akan tawuran di Jalan BBM, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong Kota Depok.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Syafri Wasdar mengatakan sekitar pukul 23.00 WIB pada saat anggota melakukan patroli biru dibantu masyarakat berhasil mengamankan empat anak yang hendak tawuran sarung berisi batu.

“Keempat anak rata-rata ada yang masih duduk di bangku SMP, SMA, bahkan SD masih diamankan di Polsek untuk dimintai keterangan,” paparnya.

Dia mengungkapkan, dari para tangan bocah nanggung tersebut anggota mengamankan sejumlah sarung yang dimodifikasi diisi batu dan rantai.

“Para anak-anak ini akan kita bina dan memanggil orang tua masing-masing,” tambahnya.

Dia menghimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak apalagi pada malam hari.

“Bulan puasa ini rawan akan gangguan tawuran baik mulai dari berbuka puasa sampai menjelang sahur. Bagi orang tua agar memantau pergaulan anak untuk tidak tejerumus jalan yang salah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here