Dugaan Kasus Korupsi, Pejabat Damkar Penuhi Panggilan Polisi dan Kejaksaan

80
Sebuah karangan bunga untuk mendukung pihak Kejaksaan terkait dugaan kasus korupsi di Damkar

Margonda | jurnaldepok.id
Pejabat yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Kamis (15/4) mendatangi kantor Kepolisian Polres Metro Depok dan Kantor Kejaksaan Negeri Depok.

Di Polres Metro Depok terlihat ada tiga pejabat salah satunya Kepala Opersional DPKP, Welman Naispospos. Kehadiran pejabat DPKP terkait dugaan korupsi di dinas tersebut yang sebelumnya dibeberkan oleh personil DPKP melalui medsos.

Ketika sejumlah wartawan menanyakan, Welman Naispospos tidak mau memberikan keterangan.

“Ya sudahlah nanti aja,” ujarnya, kemarin.

Ia mengaku, datang hanya untuk memberi keterangan, namun tidak merinci keterangan yang dimaksud.

“Belum, saya hanya diperintah pimpinan saja. Ya yang viral-viral saja. Ya yang viral saja,” paparnya.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah yang dimaksud terkait dengan laporan Sandi, Welman kembali memberi jawaban yang tak jelas.

“Yang viral saja. Ya itu yang viral itu ya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi I Made Bayu Sutha, mengatakan, pemanggilan dilakukan sebagai upaya untuk menggali keterangan.

“Ini lagi kita klarifikasi tiga orang,” jelasnya.

Di lokasi lain, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menambahkan Kejaksaan Negeri Depok telah melayangkan surat panggilan terhadap sejumlah pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Pemanggilan itu dilakukan untuk mengusut dugaan korupsi di dinas tersebut.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kasus dugaan korupsi di Dinas Damkar. Kami Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan pemanggilan secara resmi terhadap lima orang,” tandasnya.

Namun sampai dengan pukul 13:00 WIB, kata Herlangga, yang hadir memenuhi panggilan hanya dua orang. Dua orang tersebut saat memberikan identitas yang pertama adalah Mantan Sekretaris Dinas Damkar Kota Depok, dan satu lagi Bendahara periode 2018, sesuai dengan data pelaporan. Sedangkan untuk tiga orang lainnya, kata Herlangga belum ada keterangan.

“Untuk tiga orang yang nggak hadir hingga saat ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan, namun kita bisa melakukan pemanggilan ulang di hari Senin atau Selasa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tiga orang yang belum datang untuk memenuhi panggilan berstatus sebagai pegawai honorer. Ketika ditanya apakah Kepala Dinas Damkar juga akan dipanggil, Herlangga mengaku akan melihat hasil dari perkembangan yang ada.

“Seperti yang saya katakan, untuk kepala dinas belum ada, karena memang belum menyentuh kesana. Ini kan merangkai keterangan dari yang sudah kita panggil, jadi tidak ujuk-ujuk kita langsung panggil kepala dinas. Kalau memang keterangannya nanti diperlukan pasti kita panggil,” tukasnya.

Dugaan praktik korupsi di DPKP terungkap setelah salah satu pegawai honorer bernama Sandi melakukan aksi protes di media sosial dengan membentangkan poster di kantornya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here