Dinas Pendidikan Siapkan Proses Pembelajaran Tatap Muka

53
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tengah bersiap untuk menggelar pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru pada Juli hingga Desember 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi saat ditemui wartawan di SMU 4 Depok mengatakan, pada tahun ajaran baru nanti, setiap satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan, termasuk juga Cabang Dinas, wajib menyediakan dua layanan pembelajaran, yakni pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ)

“Maka saya katakan untuk Juli yang akan datang, PTM terbatas dengan Adapatasi Kebiasaan Baru atau AKB. Stiap sekolah menyediakan keduanya bisa PTM dan PJJ. Nantinya para orang tua atau wali murid juga berhak untuk menentukan metode pembelajaran yang akan ditempuh oleh anaknya. Tentunya orang tua punya hak memilih apakah anaknya mau PTM atau PJJ,” ujarnya, kemarin.

Terus yang selanjutnya, kata dia, juga bagi guru yang divaksin tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan. Saat ini pihaknya tengah memprioritaskan vaksinasi untuk kalangan guru dan tenaga pendidikan.

“Saat ini kita memprioritaskan pelaksanaan vaksin bagi guru dan tenaga pendidikan. Pelaksanaan Vaksin di lakukan dari Maret hingga Juni, harapannya seluruh guru-guru ini bisa dapat divaksin,” paparnya.

Bahwa dalam proses pembelajaran tatap muka, Pemerintah Daerah wajib melakukan pengawasan secara ketat.

“Hal lain dalam konsep PTM kita juga sudah menyampaikan pada teman teman Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Pemda tetap melakukan pengawasan dengan Cabang Dinas dan Disdik,”katanya.

Jika terdapat kasus saat PTM, kata dia, maka satuan pendidikan atau pihak sekolah wajib menangani penanganan kasus, dan memberhentikan sementara.

“Makanya di sekolah wajib ada ruang ruang khusus untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Depok akan menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Juli 2021. Uji coba dilaksanakan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekolah sebelum PTM diterapkan.

“Kita bakal adakan uji coba pada Juli mendatang dan nanti dievaluasi,” kata Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan PTM jangan sampai memunculkan klaster baru Covid-19. Untuk itu, pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau dulu flu dan batuk masih dibolehkan masuk, tapi kalau sekarang sudah ada penyakit seperti itu, dilarang masuk sampai sembuh baru masuk,” jelasnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan PTM pada Juli mendatang sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Salah satu syaratnya adalah wilayah tersebut sudah masuk zona hijau Covid-19.

“Saat ini Kota Depok statusnya orange, mudah-mudahan Juli nanti sudah hijau,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here