Tak Boleh Angkut Penumpang Mudik, Sopir Bus AKAP Kecewa

281
Terlihat jejeran bus terparkir di Terminal Jatijajar beberapa waktu lalu

Tapos | jurnaldepok.id
Para pengemudi bus Antar Kota Antar Propinsi atau AKAP meras kecewa dengan adanya kebijakan larangan mudik pada Lebaran tahun 2021 oleh pemerintah. Adanya larangan mudik tersebut pihak Dinas Perhubungan menghentikan layanan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) dan antar-kota dalam provinsi (AKDP) di Terminal Jatijajar. Pemberhentian sementara ini mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Tonny Masrianto salah satu pengurus Organda Kota Depok merasa prihatin adanya kebijakan larangan mudik yang telah dikeluarkan. Menurutnya, di Terminal Jatijajar Kota Depok, ada 60 Bus AKAP dan AKDP yang akan berdampak pada perekonomian akibat adanya kebijakan tersebut.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan transportasi ini, artinya mohon jangan ada larangan, adapun untuk transportasi ini kami tetap menjalankan imbauan pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya, kemarin.

Wakil Ketua Paguyuban Bus AKAP Jatijajar Cimanggis Depok, Hendra Asmara menegaskan larangan mudik pada tahun ini tidak ada landasan hukumnya.

“Mudik dilarang, apa dasar hukumnya, kami juga kecewa dengan Dishub yang juga akan menutup operasional Terminal Jatijajar,”katanya.

Dia juga merasa prihatin adanya kebijakan larangan mudik yang telah dikeluarkan pemerintah pusat dan Kota Depok. Menurutnya, dengan adanya kebijakan larangan mudik ini berdampak pada perekonomian seluruh jajaran pengusaha Bus bahkan berdampak kepada para karyawan serta supir dan kernet .

“Mau dikasih apa rekan-rekan kami seperti sopir dan kernet bus, sementara pemerintah tidak mengurusinya dan membiarkan saja. Jika memang dilarang semestinya para sopir dan kernet diberikan pekerjaan lainnya, akan tetapi tidak melainkan dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Semestinya, kata dia, Bus AKAP bisa beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan seperti kuota atau jumlah penumpang dibatasi dan dilakukan rapid antigen bagi penumpang serta crew bus.

Pelarangan bus AKAP juga tidak merata seperti pada tahun 2020 lalu, dimana bus AKAP di Terminal Jatijajar tidak boleh beroperasi namun di PO Bus di Simpangan, Pal malah boleh beroperasi.

“Seharusnya pemeritah tidak mengeluarkan kebijakan larangan namun berupa imbauan, karena kebijakan tersebut berdampak pada perubahan ekonomi para pengusaha angkutan terganggu. Kebijakan larangan mudik dipertimbangkan lagi, sehingga masyarakat yang bekerja di jasa transportasi tetap bisa mencari nafkah,” katanya.

Mereka meminta pemerintah untuk mengkaji ulang larangan mudik dan penutupan Terminal Jatijajar.

Diberitakan sebelumnya, Operasional Terminal Jatijajar di Depok, akan ditutup sementara untuk bus-bus AKDP (antarkota dalam provinsi) dan AKAP (antarkota antarprovinsi).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana berujar, penutupan ini hasil komunikasi dan pengaturan yang dilakukan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), sehubungan dengan larangan mudik Lebaran 2021 oleh pemerintah.

“Pada tanggal 6-17 Mei 2021, layanan AKDP dan AKAP dihentikan sementara. Tidak ada layanan AKDP dan AKAP di Terminal Jatijajar,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here