Jalankan Program Wali Kota, Kecamatan Tapos Bikin 15.000 Lubang Biopori

41
Plt Camat Tapos beserta jajaran saat membuat lubang biopori

Tapos | jurnaldepok.id
Plt Camat Tapos, Anwar Nasihin menargetkan 15.000 pembuatan lubang biopori di wilayahnya dalam waktu dekat ini.

“Iya, sudah kami sosialisasikan. Kami mencanangkan 15.000 lubang biopori yang tersebar di 133 RW,” ujar Anwar kepada Jurnal Depok, Selasa (6/4).

Ia menambahkan, nantinya di setiap satu RW akan dibuat 120 lubang biopori. Dari itu, ia juga meminta peran aktif masyarakat untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

“Sudah kami canangkan, dimana kegiatan itu juga dihadiri oleh lurah, perwakilan RW, bank sampah dan karang taruna. Maka nanti kami minta juga partisiapasi di masing-masing kelurahan,” paparnya.

Anwar juga mengajak kepada masyarakat untuk turur berpartisipasi membuat lubang biopori di lingkungannya masing-masing.

“Karena lubang biopori ini sangat banyak manfaatnya, mulai dari meminimalisir banjir, membuat subur tanah, bisa dijadikan wadah pupuk organic hingga cadangan air ketika di musim kemarau,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hj Ety Suryahati menargetkan kegiatan 100 ribu lubang biopori yang dicanangkan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris pasca dilantik akan selesai di pertengahan April.

“Pertengahan April mudah-mudahan sudah selesai semua. Saat ini terus berjalan dan kami monitor. Itu dilakukan di setiap RT, RW, kelurahan dan kecamatan,” ujar Ety kepada Jurnal Depok, Senin (22/3).

Ia menambahkan, untuk alat biopori menggunakan yang sudah ada dan diberikan beberapa waktu lalu di masing-masing kelurahan.

“Yang sudah ada itu lebih dari 3.000, karena kan setiap tahun kami selalu buat lubang biopori. Setiap kelurahan ditarget sekitar 250 lubang, ini berjalan sudah lima tahun lalu. Namun, biopori ini terkadag tak terpelihara oleh masyarakat. Makanya kami lakukan juga pemeliharaan dan pembuatan yang baru di lapangan,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, manfaat dari lubang biopori dapat meminimalisir banjir di saat musim hujan dan sebagai cadangan air di kala musim kemarau. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here