Alhamdulillah…Kementerian Agama Perbolehkan Bukber dan Tarawih di Masjid

689
H Asnawi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kementerian Agama Kota Depok secara lugas mempersilahkan masyarakat untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah sunah lainnya di bulan ramadhan seperti Shalat Tarawih dan sholat fardu di masjid atau musolah.

“Hal ini merujuk Surat Edaran Menteri Agama RI SE 03 Tahun 2021. Nanti akan disinkronkan juga dengan Surat Edaran Wali Kota Depok,” ujar H Asnawi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Selasa (6/4).

Dari itu, Asnawi mengimbau agar masyarakat tidak resah dalam menjalankan ibadah ramadhan, namun juga tidak berlebihan.

“Sehingga komitmen menjaga protokol kesehatan untuk pencegahan wabah Covid-19 tetap berjalan, tapi juga tidak mengganggu nilai-nilai ibadah,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan tetap mengikuti aturan main dari Gugus Tugas Covid-19 terkait kapasitas masjid dan musolah.

“Jika ada salah satu wilayah yang masih zona merah dan itu dilarang untuk melakukan aktivitas secara massal, ya kami mendukung itu. Intinya tidak seperti puasa tahun lalu, diamana banyak pembatasan berskala besar,” jelasnya.

Dalam Surat Edaran Menteri Agama RI SE 03 Tahun 2021 disebutkan, pengurus masjid/musolah dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain shalat fardu lima waktu, Shalat Tarawih, Shalat Witir, tadarus Al Quran dan itikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musolah. Menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman antar jamaah dan membawa sajadah serta mukena masing-masing.

Selain itu, sambungnya, pengajian/ceramah/tausiyah/kultum ramadhan dan kuliah subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Begitu juga dengan peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan di masjid/musolah dibatasi dengan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Surat Edaran tersebut juga mengatur agar kegiatan buka puasa bersama (Bukber)  dan sahur dianjurkan di rumah saja dengan keluarga masing-masing.

“Kegiatan buka puasa bersama yang tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan,” jelasnya.

Sementara itu terkait dengan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1422 Hijriah, dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here