Wanita Penyerang Mabes Polri Ternyata Pernah Kuliah di Gundar Depok

111
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
ZA, terduga teroris yang ditembak mati di Mabes Polri, Rabu (31/3) pernah tercatat di Universitas Gunadarma (Gundar) Jalan Margonda, Kota Depok.

Wakil Dekan 3 Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Budi Prijanto mengatakan, ZA hanya empat semester tercatat sebagai mahasiswa Gunadarma jurusan Akutansi.

“Selama menjadi mahasiswa, ZA termasuk anak yang pintar secara akademik. Dari track record akademis kami Alhamdulillah memiliki data dan dengan mudah mendapatkannya. Yang bersangkutan dari sisi akademis mempunyai prestasi akademis yang baik selama tiga semester. Saya tidak akan detail bicara soal nilainya, tapi secara akademik,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, nilai dalam skala indeks prestasi kumulatif (IPK) ZA mencapai 3,2. Namun pihak kampus tidak menjelaskan detil nilai per mata kuliah ZA selama mengenyam pendidikan disana. ZA juga tidak tercatat aktif di organisasi mahasiswa (orma) kampus resmi.

Secara aturan, mahasiswa baru bisa tergabung dalam orma jika setelah semester tiga.

“Kalau di Gunadarma ormawa atau pengurus ormawa, itu biasanya direkrut setelah tingkat 3 (semester). Dia kan baru tingkat dua awal. Jadi yang bersangkutan belum bisa masuk ke kegiatan ormawa yang resmi dibina oleh kampus,” katanya.

Namun pihak kampus mengaku tidak tahu apakah ZA ikut tergabung dalam organisasi lain di luar kampus. Pihak kampus pun mengaku tidak bisa mengawasi sepak terjang satu per satu mahasiswanya karena keterbasatan.

“Nah kalau apakah yang bersangkutan berogranisasi diluar (kampus), kami tidak bisa jawab. Terus terang kami punya keterbatasan pengawasan ya,” paparnya.

Ditegaskan Budi, bahwa status ZA sudah tidak sebagai mahasiswa dan juga bukan alumni. Karena secara aturan kampus, jika sudah empat semester tidak aktif maka dinyatakan drop out.

“Nah kami juga sudah memberikan semacam pemberitahuan kenapa kok ini sudah sampai semester ini saudari tidak aktif. Kita surati. Kalau dia tidak menanggapai itu semakin meyakinkan kami, maka kita drop out. Ini juga ditambah ketentuan dari Dikti. Kalau sudah tujuh tahun maka masa studinya sudah habis,” jelasnya.

Diketahui, bahwa ZA masuk ke Universitas Gunadarma tahun 2013 jurusan Akuntansi. Dia menjalani masa perkuliahan selama tiga semester kemudian di semester empat mengajukan cuti. Pada semester lima dan seterusnya, ZA tidak lagi mengurus status kemahasiswaanya.

“Tidak tahu ya (alasan cuti), itu urusan keluarga dan yang bersangkutan,”katanya.

Di lokasi sama, Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian menambahkan, pihak Rektorat Universitas Gunadarma telah melakukan berbagai upaya terkait pencegahan paham radikal di lingkungan kampusnya.

“Sejak mahasiswa baru, orientasi, kami mengandalkan kegiatan di kampus juga memberikan materi yang berkaitan dengan pencegahan terhadap paham-paham yang dilarang,” tandasnya.

Kemudian, sambungnya, di kampus ada kegiatan organisasi mahasiswa yang semuanya mengarah pada hal-hal positif dengan berbagai kegiatan di antaranya mengundang narasumber-narasumber dari instansi pemerintah.

“Tujuannya memberikan pencerahan pada mahasiswa. Jadi kami sudah melakukan berbagai kegiatan untuk mencegah paham-paham yang terlarang,” katanya.

Bahkan kata Irwan, Gunadarma telah menerapkan sanksi yang cukup tegas terhadap mereka yang melanggar aturan terlebih jika hal itu mengarah pada perbuatan pidana. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here