Paska Teror Bom di Gereja Katedral Makassar, TNI-Polri Perketat Keamanan di Depok

72
Jajaran anggota gabungan Polres Metro Depok bersama TNI melakukan peningkatan pengamanan gereja

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pasca ledakan gereja katedral di Makassar, Minggu (28/3) jajaran anggota gabungan Polres Metro Depok bersama TNI melakukan peningkatan pengamanan gereja.

Kapolrestro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan dalam rangka antisipasi Gangguan Keamanan Ketertiban Masyarakat di wilayah hukum Polres Metro Depok melakukan kegiatan preemtif dan preventif pengamanan gereja.

“Bersama jajaran anggota Kodim 0508 Depok dan 1/3 kekuatan Polres melakukan show force patroli biru dalam melakukan patroli skala besar gabungan,” ujarnya, kemarin.

Dia menuturkan kegiatan patroli dilakukan ke gereja-gereja yang mempunyai kapasitas jemaah hingga ribuan di Depok.

“Kita sambangi Gereja Bethel Indonesia di Jalan Kamboja Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok, Gereja Pancaran Kasih di Jalan Tole Iskandar Sukmajaya, Gereja Herculanus di Pancoranmas, dan Gereja Santo Markus di Sukmajaya,”katanya.

Imran menghimbau masyarakat khususnya warga Kota Depok jangan resah dan cemas terkait kejadian bom bunuh diri di Makassar.

“Jangan takut akan kita lindungi masyarakat dari para pelaku teror,” tegasnya.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Setempat Kota Depok, Mangaranap Sinaga mengimbau agar masyarakat khususnya umat kristiani, agar tidak terprovokasi atas peristiwa pengeboman yang terjadi di Gereja Kathedral, Makassar.

Dia mengingatkan, agar umat kristiani turut mendoakan para korban termasuk pelaku agar diberikan pengampunan oleh Tuhan. Mangarapan Sinaga mengajak umat kristiani tetap tenang dan percayakan sepenuhnya masalah ini kepada aparat terkait.

“Sesuai seruan Ketua Umum PGI agar seluruh umat untuk tidak takut dan resah tapi tetap waspada, jangan terprovokasi serta tidak menanggapi peristiwa ini dengan negatif,” ungkapnya.

Mangaranap menambahkan, bahwa apa yang dilakukan pelaku tidaklah mengatasnamakan sebuah agama. Sebab, tindakan teror tidak pernah dibenarkan oleh agama manapun.

“Dalam semangat kelembutan seperti itulah saya mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat kita,” paparnya.

Mangaranap mengingatkan masyarakat utamanya umat kristiani agar tidak ada yang memposting gambar ataupun video tentang peristiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

“Ini duka bersama, jangan sampai kita terpecah belah karena peristiwa ini karena memang itu yang diinginkan oleh pelaku, mari kita terus jaga NKRI,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here