Pemkot Depok Berikan Perlindungan Terhadap Korban dan Keluarga Bayi Yang Dianiaya

140
Nessi Annisa Handari

Margonda | jurnaldepok.id
MP, seorang anak berusia tujuh bulan yang mendapatkan kekerasan oleh bapak kandungnya mendapatkan perlindungan dan perawatan.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menegaskan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin terkait sederet persoalan yang menjerat anak dan kaum perempuan di Kota Depok.

“Termasuk yang dialami oleh bayi pada kasus ini. Begitu kami mendapat laporan, langsung kami tangani. Bayinya kami bawa ke puskesmas dan langsung mendapat pengobatan,” katanya di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok, kemarin.

Nessi pun membantah jika selama ini pihaknya dianggap tutup mata atas kasus-kasus tersebut.

“Kami (DPAPMK) selalu hadir, dan kami bahkan siap memberikan pendampingan hukum pada korban, termasuk biaya pengobatan visum dan lainnya semua gratis,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, saat ini baik korban maupun orang tuanya disewakan tempat tinggal di suatu wilayah agar lebih terjamin keamanannya.

“Kami bantu juga untuk ibunya pendampingan sikologis, dan sudah menjalani konseling pertama. Nanti kami juga akan melakukan pendampingan sikologis untuk anaknya, karena masih tujuh bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, langkah tersebut ditempuh sesuai arahan Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

“Pak Wali telah memberi instruksi kepada kami baik pencegahan maupun ketika ada kasus langsung ditangani maksimal, sampai korban ini sembuh total,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Nessi juga meminta kepada masyarakat jika melihat atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga untuk tidak takut melapor ke hotline atau nomor telepon yang telah disediakan.

“Silahkan adukan langsung ke nomor hotline kami di 08111186598,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan pihaknya juga menyiapkan tim pendamping psikologis untuk bayi yang menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri di Kota Depok. Atas kejadian ini, mereka berharap pelaku dapat dihukum lebih berat.

“Kehadiran kami disini untuk men-support keluarga (korban), supaya kita bisa memberikan dukungan moral, khususnya kepada anak yang menjadi korban ini,” ucapnya.

Pelaku pada kasus ini dapat diganjar dengan hukuman yang lebih berat, karena korbannya adalah anak kandungnya sendiri.

“Apalagi karena itu orangtua kandung, ancamannya berdasarkan undang-undang tentang perlindungan anak dapat diancam minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun, apalagi juga dilakukan oleh orangtua bisa ditambahkan sepertiga dari pidana pokoknya,”katanya.

Disisi lain, Arist mengapresiasi langkah cepat Polres Metro Depok atas sederet kasus yang dialami anak-anak.

“Kasus-kasus kekerasan seperti ini tidak boleh ditoleransi. Kami tadi bersepakat sangat luar biasa komitmen dari Pak Kapolres dan jajarannya bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan,” terangnya.

Sebelumnya aparat Kepolisian Polres Metro Depok membekuk EP soerang ayah yang memukul bayi MP berusia tujuh bulan di Tapos, Depok. EP tega menyiksa anak kandungnya karena emosi mendengar tangisan anaknya saat tidur. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here