Jalankan Program 100 Hari Wali Kota Depok, Disrumkim Perbanyak Lubang Biopori

23
Kadis Rumkim saat membuat lubang biopori

Cilodong | jurnaldepok.id
Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok berkomitmen untuk ikut melestarikan lingkungan melalui pembuatan lubang biopori. Saat ini pihaknya telah membuat sebanyak 21 lubang biopori di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT).

“Sekarang sudah ada 21 lubang biopori di IPLT Depok. Kami akan sebarkan program ini ke seluruh masyarakat melalui pegawai IPLT,” tutur Kepala Disrumkim Kota Depok, Dudi Mi’raz seperti dilansir berita.depok.go.id, kemarin.

Dudi mengatakan, pembuatan lubang bipori memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk menyerap air saat hujan sehingga mencegah terjadinya genangan atau banjir.

“Lubang biopori juga baik untuk menyimpan sampah organik sisa makanan yang bisa dijadikan kompos,” ujarnya.

Dia menuturkan, penyediaan fasilitas ini guna mendukung program 100.000 lubang biopori yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. Kendati demikian, imbuhnya, dibutuhkan juga partisipasi masyarakat agar program tersebut dapat terwujud.

“Saya berharap tokoh masyarakat menyampaikan ke warganya supaya membuat lubang biopori minimal satu rumah dua lubang, ini gerakan kecil namun besar manfaatnya,” katanya

Di tempat yang sama, Kepala UPT IPLT Kota Depok, Burhanudin menambahkan, dari 21 lubang biopori yang dibuat, 12 di antaranya digunakan sebagai serapan air dan sembilan lainnya untuk composting.

“Sisa makanan atau sampah organik kami akan simpan di lubang biopori ini, nantinya tanah akan menjadi subur. Gerakan ini juga akan kami lestarikan sampai ke warga setempat,” pungkasnya.|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here