Catat! Penerapan Tilang Knalpot Bising dan E-Tilang Mulai Disosialisasikan

454
Aparat kepolisian Polres Metro Depok saat mensosialisasikan tilang knalpot bising dan e-tilang

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota Satlantas Polres Metro Depok melakukan sosialisi E-TLE dan pelarangan penggunaan knalpot bising di Persimpangan Ramanda Jalan Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Pandiansari mengatakan kegiatan ini untuk menindaklanjuti atensi Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada.

Yakni, terkait akan segera diberlakukan tilang elektronik (E-TLE) dan larangan knalpot bising terlebih dahulu mensosialisasikan ke pengguna kendaraan. Aksi para polwan cantik itu pun terlihat simpatik dan menarik perhatian para pengendara

“Sosialisasi dilakukan dengan cara membagikan selebaran imbauan pelarangan penggunaan knalpot racing dan E-TLE,” ujarnya, kemarin.

Elly yang merupakan mantan Kanit PPA Polrestro Depok ini mengungkapkan, masyarakat pengguna kendaraan baik sepeda motor maupun mobil untuk tidak menggunakan knalpot bising jika tidak mau kena tindakan tegas.

“Sesuai undang-undang lalulintas terkait pelarangan penggunaan knalpot bising kita imbau untuk tetap menggunakan knalpot standar jika tidak mau ditilang petugas,”katanya.

Sementara itu dalam waktu dekat, lanjut Elly penerapan E-TLE di Kota Depok akan diberlakukan.

“Dalam waktu dekat akan melakukan penerapan proses tilang elektronik dinamakan E-TLE. Untuk itu kita imbau kepada masyarakat Kota Depok untuk tetap mematuhi peraturan berkendara yang baik dan benar,” jelasnya.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Andi Indra M Waspada menambahkan, mulai Selasa 23 Maret 2021 sudah memberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcemen atau E-TLE.

Pelanggar lalu lintas akan langsung terekam kamera yang sudah terpasang di satu titik di Jalan Margonda.

“Jadi artinya bagi masyarakat pengguna jalan khususnya warga Depok kita memasang satu titik kamera di Jalan Margonda. Ketika ada pelanggar, maka akan terekam kamera E-TLE. Kemudian operator E-TLE membuat surat pemberitahuan dan surat dikirimkan ke alamat yang tertera di data kendaraan,” tandasnya.

Pelanggar, kata dia, memiliki waktu dua pekan untuk melakukan pembayaran tilang tersebut.

“Setelah membayar tilang, maka pelanggaran bisa memberitahu ke pihak kita untuk menggantikan barang bukti tersebut. Kalau surat pemberitahuan itu tidak diindahkan secara otomatis nanti kendaraan itu akan terblokir,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here