Tega! Aniaya Bayinya Hingga Luka Parah, Sang Ayah Ngaku Khilaf dan Menyesal

1205
Inilah sang ayah yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri

Tapos | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok membekuk EP, soerang ayah yang memukul bayi MP berusia tujuh bulan di Tapos, Depok. EP tega menyiksa anak kandungnya karena emosi mendengar tangisan anaknya saat tidur. Saat itu pelaku sedang tidur dan merasa terganggu mendegar anaknya menangis.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (12/3). Namun baru dilaporkan ke pihak kepolisian, Minggu (14/3) oleh orang tua korban yang juga istri pelaku Sari.

“Kejadian ini berawal saat pelaku EP pulang kerja di laundry, ketika mau tidur korban saat itu ada dirumah menangis sehingga pelaku terganggu. Saat pelaku tidur, ibunya (bayi) lagi kerja. Kemudian si korban nangis, rewel lah, ya namanya bayi. Kemudian yang bersangkutan kesal dan memukul,” ujarnya, Rabu (17/3).

Dikatakannya, pelaku memukul bayi sebanyak dua kali. Tak hanya itu, pelaku juga membanting anaknya ke kasur.

“Beruntung nyawa anaknya masih selamat. Hanya saja mengalami luka lebam. Dipukul dua kali di wajah kemudian dibanting ke kasur. Peristiwa itu diketahui SN istri EP setelah pulang kerja. SN melihat anaknya menangis dan terluka di wajah. Pelaku mengaku dia yang melakukan,” katanya.

Setelah peristiwa itu pelaku pergi dari rumah. Akhirnya, kata dia, pelaku diamankan di tempat kerjanya di Citereup, Kabupaten Bogor.

“Dia keluar dari rumah, kita cari sampai empat hari, dan kami tangkap di tempat kerjanya. Korban mengalami luka cukup parah di wajah. Korban kini bersama ibunya dan dirawat di rumah. Luka dimata, pecah mulut, terus lutut memar karena dibanting, punggungnya dicubit,” tambahnya.

Atas perbuatan tersebut pelaku dijerat Pasal 44 ayat (2) UU No 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Di lokasi lain, Kurnain warga Tapos mengatakan, pelaku EP ditangkap berkat gerak cepat temen-temen ojek online dalam membantu anggota Reskrim Polres Metro Depok dalam melacak keberadaan tempat persembunyiannya.

“Alhamdullilah, setelah ada informasi DPO pelaku penganiaya bayi di Depok, langsung dishare di group komunitas ojol se-Jabodetabek. Malamnya pelaku langsung ditangkap di rumah keluarganya perbatasan antara Pemda Cibinong dengan Citeureup,” ungkapnya

Saat ditangkap lanjut Kurnain, pelaku dalam keadaan ketakutan di sebuah rumah.

“Pelaku ditangkap di rumah kerabatnya dalam kondisi ketakutan dan gemeteran,” katanya.

Pelaku Ngaku Khilaf

EP, ayah yang tega menganiaya bayinya sendiri hingga babak belur mengaku menyesali perbuatannya dan merasa khilaf. Dengan nada memelas, EP pun hanya bisa pasrah mengakui segala perbuatannya tersebut.

Kala itu, EP yang sehari-harinya kerja sebagai buruh cuci (laundry) ini ingin tidur, namun ia tak tahan dengan suara tangis anak perempuannya itu.

“Kan saya belum tidur sama sekali, kepala pusing pulang kerja itu yang bikin kesal,” katanya.

Dirinya mengaku hanya memukul dua kali di wajah.

“Karena saya belum tidur sama sekali, jadi pala pusing, capek, ngantuk itu gara-gara itu (saya pukul),” paparnya.

Tidak hanya menganiaya anaknya, EP juga pernah menganiaya sang istri. Alasannya, karena tak tahan kerap diatur, aksi penganiayaan itu terjadi untuk melampiaskan emosi kepada sang istri.

“Ya bisa jadi begitu, susah dibilangin dia bantah mulu,” ungkapnya.

Sama seperti EP, istrinya pun bekerja sebagai buruh cuci. Kini, ia hanya bisa pasrah dan mengaku sangat menyesali segala perbuatannya.

“Saya nyesel banget. Saya enggak tahu, khilaf, tahu-tahu emosi gitu. Ini anak pertama saya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here