Padepokkan Silat Karuhun Padjajaran Cimande Kembangkan Batik Silat

101
salah satu tim kreatifitas anggota Padepokkan Silat Karuhun Padjajaran Cimande yang dikenal dengan batik silat

Laporan: Rahmat Tarmuji
Depok sebagai kota multikultural karena banyaknya suku dan etnis budaya yang masuk, memberikan dorongan kreatifitas seni bagi para kreator kreatif untuk berlomba menciptakan karya karya baru yang berestetika budaya lokal, sehingga kota ini semakin terlihat berbudaya dari adanya giat seni tersebut.

Dari Depok sendiri banyak melahirkan budayawan-budayawan dan seniman yang mempunyai potensi sangat baik untuk memberikan khasanah ide di Depok.

Belakangan muncul kreatifitas seni batik berasal dari Depok melalui tangan terampil dari salah satu tim kreatif Padepokkan Silat Karuhun Padjajaran Cimande yang dikenal dengan batik silat.

Adalah Broy Godoy, bocah Depok yang tinggal di kawasan Margonda dan sekarang menetap di Padepokan Cimande. Dari tangannya, banyak membuat karya-karya kreatif mulai dari seni lukis, gambar dan lain-lain.

“Kami berangkat dari keseni rupaan dan mengaplikasikannya keberbagai macam produk kreatif, salah satu yang sedang dikembangkan adalah batik silat yang menggabungkan unsur batik dan pencak sebagai bagian daripada kampanye budaya melalui sebuah karya,” ujarnya, kemarin.

Tak hanya itu, ia juga mendukung ditetapkannya Pencak Silat yang telah diakui oleh UNESCO, dan mendukung program ekonomi kreatif yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.

Hingga saat ini, produk-produk yang telah dibuat banyak dibeli oleh orang sekitaran Jabodetabek. Bahkan pesanan dari luar negeri sudah mulai banyak.

“Sebagai pelaku karya seni kreatif saya memiliki keinginan untuk mengenalkan Depok dari segi seni kreatif yang sedang saya kembangkan. Harapannya lebih dikenal secara luas bahwa Depok adalah kota yang berbudaya. Peranan pemerintah juga diharapkan untuk bisa mendukung karya- karya kreatif yang ada di Kota Depok,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here