Salah Satu Syarat Sekolah Tatap Muka Harus Dapat Izin Orang Tua

445
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Pembelajaran tatap muka yang rencananya dilaksanakan pada bulan Juli 2021 mendatang harus mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Thamrin yang tertuang dalam draft petunjuk teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kota Depok menyatakan, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah harus berdasarkan persetujuan dari para orang tua murid, hingga persetujuan dari Satgas Covid-19 Kota Depok.

“Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan kepada siswa setelah mendapat izin atau kesediaan atau kesepakatan dari orangtua atau wali murid dan komite sekolah,” ujarnya, kemarin.

Thamrin juga menyebut, setiap sekolah harus menyiapkan surat pernyataan kesehatan, dan kesediaannya mengikuti PTM di masa pandemi Covid-19 ini. Pihak sekolah juga tetap harus menyiapkan materi pembelajaran dari rumah, untuk siswa yang belum bersedia mengikuti pembelajaran di sekolah.

“Satuan pendidikan tetap memberikan layanan belajar dari rumah (BDR) kepada siswa yang tidak atau belum siap mengikuti Pembelajaran Tatap Muka karena alasan tertentu dan berkoordinasi dengan orang tua,” katanya.

Selama Pembelajaraan Tatap Muka berlangsung, kata dia, kantin sekolah tidak diizinkan beroperasi, sehingga para murid diharapkan bisa membawa bekal makan masing-masing.

“Kantin sekolah tidak diizinkan dibuka. Anak dibekali makanan dan minuman oleh orang tua selama PTM,” ucapnya.

Dia menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Depok telah mendaftarkan sebanyak 18.850 tenaga pendidik dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini hingga SMP untuk divaksin. Sementara untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas kewenangannya berada di tingkat provinsi Jawa Barat.

“Data guru semua kita sampaikan dari PAUD sampai SMP. Kalau SMA di provinsi. Data sudah disampaikan ke Dinkes, tapi kuota (penerima vaksin) belum diterima. Kami sedang luruskan juga apakah semua guru divaksin dengan vaksin yang tersedia dari pusat, juga belum detail disampaikan oleh Dinkes. Kami cuma diminta data saja,”katanya.

Tenaga pendidikan di tingkat SMP sebanyak 5.206, SKB 63, PKBM 478, Dinas Pendidikan 156, Sekolah Dasar 8.338, dan PAUD atau TK sebanyak 4.609 orang.

“Data sudah diserahkan ke Dinkes sejak sepekan yang lalu. Kemarin kita juga dimintakan titik tempatnya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here