Hari Pertama Ngantor, Imam Langsung Diberi Tugas oleh Wali Kota

155
Imam saat meminta tanda tangan wali kota

Margonda | jurnaldepok.id
Usai dilantik menjadi Wakil Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono yang mendampingi Wali Kota Depok, Mohammad Idris mulai masuk kerja, Senin (8/3). Sebelumnya Imam dirawat di salah satu Rumah Sakit di Kota Depok karena terkonfirmasi Covid-19.

Setelah dinyatakan sembuh, dirinya langsung tancap gas menjalankan aktivitas melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, hari pertama kerja dan berada di ruangan,” ujar Imam, kemarin.

Di hari pertama kerja, Imam memberikan buku autobiografinya berjudul Anak Sopir menjadi Wakil Wali Kota kepada Mohammad Idris. Imam meminta kepada Mohammad Idris membubuhkan tanda tanganya dibukunya tersebut.

Imam mengaku, pertama kali berada di ruangan kerja, sudah disuguhkan tumpukan berkas yang harus dia tandatangani.

“Setelah itu saya ditugaskan oleh Pak Wali untuk mengikuti virtual peresmian LLTT pembuangan limbah tinja secara baik. Selain itu saya juga diminta Pak Wali untuk mengikuti zoom dengan Gubernur Jawa Barat terkait dengan laporan satgas terkait covid terkini,” paparnya.

Selain itu, siangnya dirinya bertemu dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang berencana menggelar acara bedah buku yang dibuatnya.

“Kegiatan hari ini (kemarin,red) diakhiri koordinasi rapat kerja dengan Bappeda,” ungkapnya.

Sebelumnya pada Minggu, (7/3) Imam menyatakan, pemerintah kota memberikan perhatian penuh kepada penyandang disabilitas dengan memberikan layanan publik yang bisa diakses dengan warga yang mempunyai keterbatasan tersebut.

“Kami akan perhatikan layanan publik dengan menambah fasilitas agar penyandang disabilitas bisa berinteraksi dengan baik dengan layanan tersebut,” katanya.

Imam mengatakan bagi penyandang disbilitas tentunya mempunyai masalah umum di lembaga apapun seperti di rumah sakit, perbankan atau lembaga lainnya.

Ia mencontohkan ada dari mereka tidak bisa mendengar, maka selain pengumuman melalui suara, juga dibutuhkan pengumuman tertulis sehingga mereka bisa mengetahui bila mereka dipanggil.

Untuk itu kata Imam perhatian pemerintah kota Depok ke masyarakat disabilitas akan dimasukan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kita harus memberikan kesempatan kepada mereka. Jangan sampai ada perbedaan dengan perlakuan yang tidak adil,” jelasnya.

Imam memberikan apresiasi Yayasan Kemanusiaan Pesona Indonesia (YKPI) yang telah membantu memberikan kaki palsu untuk tiga orang warga Depok (dua anak-anak dan satu orang bapak).

Untuk itu Imam mengajak kepada seluruh warga Depok bergerak untuk bisa membantu penyandang disabilitas tersebut dengan berkoordinasi dengan YKPI dan juga bisa menghubungi kecamatan setempat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here