Ini Cerita Tiga Pimpinan DPRD Depok Yang Menjalani Vaksin Anti Covid-19

94
Inilah tiga orang pimpinan DPRD yang menjalani vaksin

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Tiga dari empat Pimpinan DPRD Kota Depok akhir pekan kemarin menjalani vaksin di salah satu rumah sakit di wilayah Pancoran Mas, Depok. Ketiga pimpinan DPRD yang divaksin itu diantaranya Ketua DPRD Kota Depok, TM Yusufsyah Putra, Wakil Ketua DPRD, Yeti Wulandari dan Wakil Ketua DPRD, Hendrik Tangke Allo.

“Vaksinasi massal nasional telah dimulai pada tanggal 13 Januari 2021, hal ini dilakukan guna memutus rantai penularan Covid-19. Vaksinasi hal penting yang harus kita lakukan untuk membangun herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19 ditengah masyarakat dan salah satu upaya nyata kita guna menekan angka kasus penularan Covid-19 khususnya di Kota Depok,” ujar Putra kepada Jurnal Depok, Minggu (7/3).

Ia menambahkan, berbagai upaya maksimal dalam mengadapi pandemi Covid-19 harus dilakukan bersama-sama. Hal itu, kata dia, sebagai tanggung jawab individu dan sosial.

“Warga Depok harus optimis dan yakin bahwa kita mampu menghadapi wabah Covid-19 dan keadaan dapat kembali pulih di era new normal ini,” paparnya.

Dari itu, politisi PKS tersebut mengajak kepada seluruh warga Kota Depok yang memang akan mendapatkan jadwal vaksinasi untuk bisa mengikutinya, karena hal tersebut adalah upaya untuk keselamatan diri, keluarga dan orang lain agar wabah Covid-19 segera berakhir dari kehidupan masyarakat.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari. Yeti mengatakan, memasuki tahun 2021, penyakit Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan potensi penularan virus corona, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, hingga program vaksinasi.

Tak ayal, vaksin menjadi produk kesehatan yang paling ditunggu-tunggu saat ini. Disamping penerapan protokol kesehatan, Selama masa pandemi, memakai masker dan menjaga jarak dinilai mampu menekan risiko penularan Covid-19.

“Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menghentikan pandemi yang melanda hampir setahun belakangan ini. Oleh karena itu, dibutuhkan vaksin yang akan bekerja dengan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan virus corona, dan merupakan cara yang paling tepat untuk memutus mata rantai penularan virus ini,” tandasnya.

Ia mengatakan, sejak dikabarkan bahwa vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia, muncul berbagai isu yang membuat masyarakat ragu tentang keamanannya termasuk dirinya. Banyak beredar informasi di dunia maya bahwa vaksin Covid-19 tidaklah aman digunakan atau mengandung bahan yang tidak halal dan lain lain.

“Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan tanpa batas. Jadi, kita perlu lebih waspada dan bijak dalam menyaring informasi, termasuk informasi tentang vaksin Covid-19. Hal ini yang juga membuat saya ragu saat mendapat kesempatan untuk divaksin gelombang pertama. Sampai satu hari menjelang vaksin, saya memutuskan siap divaksin, saya masih belum memutuskan untu ikut,” ungkapnya.

Akhirnya, kata dia, dirinya mencari referensi terkait vaksin Covid-19 terutama jenis vaksin yang akan disuntikan. Berbagai literatur ia baca sampai akhirnya dirinya mendapatkan literatur tentang infografis pertanyaan seputar vaksin Covid-19. Berbekal itulah dirinya yakin dan siap divaksin pada, Jumat (5/3).

“Alhamdulillah sesuai literatur yang saya baca, berbagai persiapan sdh sy lakukan sebelum sy berangkat ke lokasi untuk melakukan vaksin, antara lain makan sebelum divaksin, mempergunakan masker medis, termasuk saya melaksanakan swab antigen di rumah,” katanya.

Setelah divaksin, politisi Partai Gerindra itu hanya merasa agak pegal dibagian bahu yang divaksin.

“Kini tinggal menunggu vaksin kedua 14 hari kemudian, tetapi yang tetap wajib dilakukan adalah melaksanakan protokol kesehatan, Memakai masker, mecuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, vaksin adalah salah satu langkah pencegahan, bukan pengobatan. Jadi, kata dia, meski sudah menerima vaksin Covid-19, tetap harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19 lainnya, seperti rutin mencuci tangan, memakai masker, menerapkan physical distancing dan menghindari keramaian.

“Ayo kita lindungi diri kita, keluarga dan teman teman kita dengan melakukan vaksin Covid-19. Karena ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda mendapat vaksin Covid-19, di antaranya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat, meminimalkan dampak ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit Covid-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, vaksin bagi pimpinan dan anggota DPRD Depok dilakukan sebanyak dua tahap.

“Kedepan semua memang harus divaksin, karena vaksin masih terbatas maka dilakukan secara bertahap. Nakes sudah, Forkopimda juga sudah, yang tak kalah penting adalah lansia, ini harus segera karena mereka sangat rentan terhadap covid, segera sosialisasikan dan dieksekusi karena banyak masyarakat juga yang belum tahu,” terangnya.

Hendrik yang jyga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok mengaku tidak mengalami efek samping pasca divaksin.

“Enggak ada, biasa saja kalau saya, normal. Enggak tahu kalau yang lain, karena tergantung kekebalan tubuh juga, tidur juga nyenyak,” tukasnya.

Pria yang akrab disapa HTA itu jyga mengajak kepada warga Depok untuk siap dan tidak ragu untuk divaksin.

“Karena ini cara terakhir kita untuk menghadapi Covid-19. Enggak usah khawatir karena ini sudah melalui tahapan medis dan dipastikan aman untuk dipergunakan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here