Tak Patuhi K3, Wakil Ketua DPRD Depok Soal Pembangunan Super Market

94
Pembangunan super market di wilayah Cinere yang didiga tak patuhi K3

Cinere | jurnaldepok.id
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, H. Tajudin Tabri meminta kepada pemborong pembangunan Super Market khusus Buah disamping Kantor Kelurahan Cinere agar menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pasalnya kata dia puluhan tenaga kerja pemvangunan gedung dua lantai itu sama sekali tidak memenuhi persyaratan K3.

“Saya sempat lewat dan melihat langsung para pekerja yang sedang berada dilantai dua sama sekali tidak mengenakan alat keselamatan kerja, ini jelas melanggar ketentuan ketenagakerjaan,” ujar Tajudin kepada Jurnal Depok, kemarin.

Selain soal K3, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) juga menyoroti soal penerapan protokol kesehatan bagi para pekerja dan jarak bangunan dengan bahu jalan yang menurutnya terlalu dekat.

“Para pekerja disana tidak mematuhi protokol kesehatan, dan saya juga melihat jarak antara lokasi bangunan dengan bahu jalan terlalu dekat dan diduga melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ),” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi soal perijinan, dia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah pelaksanaan pembangunan gedung untuk super market khusus buah itu telah mengantongi perijinan atau belum.

“Soal perijinan nanti saya akan telusuri terlebih dahulu, tapi yang jelas kami permasalahkan soal K3 dan penerapan Prokes pada puluhan pekerja disana,” ujarnya.

Terpisah, Abdul Malik salah satu pegawai Kantor Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, memastikan pembangunan Gedung untuk Super Market Buah itu telah mengantongi perijinan namun dirinya tidak menampik jika ada pelanggaran K3 dan prokes dalam proses pembangunan.

“Kalau untuk perijinan sudah ada tapi masalah penerapan Prokes dan K3 nanti kami akan sampaikan ke pemborong proyek,” tukas Malik.

Hal senada dilontarkan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Ahmad Jayadi.

“Terkait izin bangunan saya rasa itu sudah pasti ada karena pemilik bangunan sudah lama mengajukan rekom dari pengurus lingkungan,Kantor Kelurahan dan Kecamatan, tapi memang harus diingatkan soal penerapan Prokes dan K3, karena proyek itu melibatkan banyak pekerja dan alat berat serta berada didekat jalan raya dan Kanror Kelurahan,” pungkas Jayadi. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here