Bangunan Liar Menjamur Lagi di Jalur Grogol-Krukut

79
Terlihat bangunan liar yang berdiri di pinggir KCB sepanjang Jalur Grogol-Krukut

Limo | jurnaldepok.id
Puluhan bangunan liar (Bangli) dibantaran Kali Krukut Cabang Barat (KCB) tak hanya membuat kawasan seputar kali dan jalan raya terlihat kumuh, namun keberadaan lebih dari 40 bangunan liar yang dioptimalkan sebagai tempat berjualan oleh warga juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah tumpukan sampah diatas bidang kali.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, petugas Tramtibum Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, M. Cholid mengaku sering mengingatkan warga agar tidak membuka lapak bangunan disisi ruas jalan dan bahu kali, namun lanjut dia imbauan dan teguran tidak pernah dihiraukan bahkan jumlah warga yang memanfaatkan bahu kali semakin banyak.

“Saya sudah sering mengingatkan warga agar tidak membangun lapak tempat berjualan dipinggir kali tapi kayaknya imbauan kami tak pernah digubris oleh para pedagang yang membuka lapak disepanjang jalan raya Grogol hingga kawasan Krukut,” ungkap Cholid, kemarin.

Tak hanya diingatkan, para pedagang liar yang memanfaatkan trotoar bahu jalan juga pernah ditertibkan oleh Satpol PP Kota, namun setelah itu muncul lagi lapak lapak baru yang jumlahnya lebih banyak.

“Pernah waktu itu ditertibkan, semua bangunan liar dipinggir kali dan yang menempati trotoar dibongkar, tapi hanya berselang beberapa minggu kemudian, muncul lagi bangunan baru yang kemudian diikuti oleh bangunan liar lain,” imbuhnya.

Hal senada dilontarkan oleh Niman selaku petugas kebersihan Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Dikatakan Niman, puluhan bangunan liar (Bangli) dibahu Kali Cabang Barat (KCB) memang bukan merupakan bangunan permanen, namun keberadaannya sangat berdampak terhadap meningkatnya jumlah tumpukan sampah diatas bidang kali.

“Pedagang pedagang dipinggir kali sama sekali tidak peduli dengan kebersihan kali bahkan sering sampah sisa dagangan dibuang langsung kebidang kali, itu yang membuat tumpukan sampah diatas bidang kali sulit diatasi, meskipun Satgas Banjir dari Dinas PUPR sering melakukan pengerukan material sampah dari bidang kali,” tukas Niman.

Keluhan serupa disampaikan oleh Jajat Sudrajat petugas kebersihan Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Jajat mengaku suka tak mengerti betapa sulitnya mengarahkan warga untuk mematuhi aturan dan tidak melakukan aktivitas perniagaan dibahu kali.

“Iya susah banget dibilanginnya, padahal sudah pernah dibongkar oleh Satpol PP tapi enggak kapok kapok malah tambah banyak, mungkin barangkali karena ini urusan perut,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here