Perayaan Imlek Tahun Ini Diungkap Terasa Berbeda

28

Tapos | jurnaldepok.id
Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 lebih berbeda karena di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan ibadah perayaan Tahun Baru di Vihara Gayatri, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, tampak lengang karena menaati protokol kesehatan.

Sejumlah doa dan harapan pun dipanjatkan pada momen tersebut. Umumnya, tentu saja berharap pandemi ini segera berlalu.

“Harapannya corona hilang, jadi kita bisa kaya dulu lagi. Sedih pastilah,” ucap Ekawati salah satu jemaat yang ditemui di Vihara Gayatri.

Perayaan Imlek tahun ini sangat berbeda dengan biasanya. Suasana vihara jauh lebih sepi. Pengurus Vihara Gayatri, Darmawan menambahkan, biasanya dari pagi sampai sore empat ratusan orang yang datang.

“Kalau sekarang, 200 orang juga tidak ada, jumlahnya dikatakan menurun. Dalam segi prosesi ritual tidak ada yang berbeda. Tahun-tahun sebelumnya jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 400 orang,” paparnya.

Sementara itu, para jamaah Budha di Vihara Gayatri, hanya bisa berharap agar panddemi Covid-19 bisa cepat berlalu.

“Sepi, karena kurangnya pengunjung. Seperti biasa saja. Harapannya ya mudah-mudahan pandemi cepat selesai saja,” ujar Budi jamaah lainnya.

Hanya saja, jamaat yang datang wajib mematuhi protokol kesehatan. Seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Istilahnya diaturlah, kita tidak menyalahi prokes,” katanya.

Pada perayaan Imlek tahun ini pun berdoa agar pandemi Covid-19 cepat berlalu.

Hal yang sama juga terlihat di Kampung Cina, Kelurahan Limo. Dimana biasanya perayaan Imlek dilakukan kegiatan namun dikarenakan masa pandemi tidak ada.

“Ya biasanya kalau Imlekan ada kegiatan, tapi sekarang ngak ada,”kata salah satu warga.

Sementara itu perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Depok dinilai relatif aman, dan Kondusif. Aparat Kepolisian Polres Metro Depok melakukan pengamanan di sejumlah Klenteng yang berada di wilayah hukumnya sebagai antisipasi kerumunan dan aksi kriminalitas saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Pengamanan dilakukan mulai, Kamis (11/2) warga diimbau tetap memperhatikan protokol kesehatan selama menjalankan proses ibadah.

“Intinya dalam kegiatan-kegiatan hari besar itu kami selalu melakukan pengamanan. Kami berharap mudah-mudahan masyarakat yang melaksanakan kegiatan Imlek bisa mengikuti proses,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar.

Dikatakannya, personel yang diturunkan sebanyak 2/3 dari kekuatan yang ada. Dari Shabara, Polsek, 2/3 kekuatan kita kerahkan. Untuk jumlah jemaah yang akan mengikuti ibadah secara langsung hanya diperkenankan 30 persen saja.

“Jemaah pun diingatkan untuk selalu menerapkan prokes. Boleh cuma prokes itu harus diikuti, Jadi 30 persen, bukan 50 persen,” tegasnya.

Pihaknya mengingatkan agar dalam merayakan Imlek tidak dengan euforia. Perayaan tetap dilakukan, namun hanya dilakukan di rumah saja.

“Tapi yang kita larang itu euforia. Setelah ibadah datangi rumah ini, seperti lebaran, nah itu jangan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here