Edan! Duduk Disamping Sopir, Penumpang Angkot Ngaku Dilecehkan

367
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Seorang wanita penumpang angkutan kota berinisial HA mengaku menjadi korban eksibisionis atau pelecehan seksual saat berada di dalam angkutan kota (Angkot) di kawasan Margonda Kota Depok, akhir pekan ini.

Korban yang identitasnya dirahasiakan itu menceritakan semua kejadian itu di media sosial miliknya. Peristiwa bermula ketika dirinya hendak pulang ke Citayam mencari angkot di Jalan Margonda tepatnya di depan Ramayana Plaza.

“Tapi niat mau mampir dulu ke Ramayana Plaza beli minuman. Tapi ternyata masih tutup dan saya lanjut pulang naik angkot, karena males nyebrang dan jalan lagi ke Stasiun Depok. Saya pikir juga saya santai enggak terburu-buru,” ujarnya, kemarin.

Saat itu, ada satu angkot yang kondisinya sepi dari penumpang.

“Biasanya kalau naik angkot saya selalu naik di samping sopir, enggak ada feeling apa-apa, saya langsung naik angkot sambil tanya, bang ini sampai Stasiun Citayam kan, si sopirnya jawab iya doang. Oke, saya buka pintu mobil dan saya naik,” katanya.

Ketika itu posisi angkot masih menunggu penumpang lainnya dan korban tak menaruh curiga.

“Masih enggak ada feeling apa-apa. Saya duduk disamping sopir, sambil mainin HP, enggak ngeliat sekitar, cuma fokus sama HP saya,”katanya.

Sekira 10 menit ngetem atau menunggu, dan tidak ada penumpang lagi yang naik, angkot akhirnya mulai maju perlahan. Namun tiba-tiba sopir menunjukan gelagat aneh.

“Baru banget sampai depan ITC Depok si sopir mulai nunjukin keanehan, dia kaya buka celananya gitu. Sorry, resleting celana atau apa saya enggak terlalu perhatiin. Tapi dia sambil ngeliat ke saya terus,” tuturnya.

Merasa ada yang tidak beres, korban akhirnya memberanikan diri untuk kembali menoleh ke arah si sopir yang ternyata sedang masturbasi.

“Ya Allah, sudah pikiran negatif banget, takut enggak diturunin atau dia tancap gas sesuka dia. Tapi Alhamdulillah Tuhan masih baik, saya langsung buka pintu mobil, saya turun karena posisinya dia bawa mobil pelan banget, super pelan,” katanya.

Setelah korbannya turun, mobil tersebut langsung tancap gas. Diduga, pelaku panik lantaran saat itu korban dihampiri oleh sejumlah pengemudi ojek.

“Saat saya turun dari mobil kelihatan dia langsung agak kenceng bawa mobilnya karena saya turun dekat halte gitu. Disitu ada beberapa tukang ojek dan mereka langsung nanya saya kenapa. Untung ada orang baik yang nganter pulang karena saya gemetaran dan pucat,” ungkapnya.

Diakhir pengakuannya, korban menerangkan jika dirinya berpenampilan sopan.

“Hari itu saya pakai pakaian yang menurut saya enggak mengundang (nafsu). Saya pakai outer panjang, kerudung segi empat menutupi dada, celana levis yang tidak ketat dan pakai masker,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here