Spektakuler! Anggota Polres Metro Depok Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 258 Kilogram

545
Kapolda Metro Jaya didampingi Kapolres dan Wali Kota Depok saat menunjukkan barang bukti sabu yang berhasil diamankan dari jaringan internasional

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Narkoba Polres Metro Depok kembali menggagagalkan peredaran narkotika jenis sabu dengan jumlah 258 Kilogram.

“Jumlah yang spekatuker kami rasa yang berhasil digagalkan oleh tim Satnarkoba Polres Metro Depok,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran di Polres Metro Depok, Selasa (9/2).

Dia mengatakan, jaringan internasional asal Malaysia, untuk pengedaran narkoba lintas provinsi berhasil digagalkan aparat Satresnarkoba Polres Metro Depok.

“Tiga pelaku pengedar berhasil ditangkap bersama barang bukti disita ratusan kilogram sabu,” paparnya.

Pengungkapan kasus perdagangan lintas provinsi jaringan internasional asal Malaysia dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Aldo Ferdian bersama anggota berhasil menangkap tiga pelaku di lapangan parkir sebuah rumah sakit di daerah Pekanbaru Kepulauan Riau.

Ketiga pelaku J (30), JN (30) dan ES (35), berhasil ditangkap, sedangkan ketiga rekannya yang lain masih dalam pengejaran petugas berhasil kabur.

“Dari ketiga pelaku ini kita mendapatkan dua mobil Toyota Kijang Kapsul warna biru dongker BM 1179 RS dan Honda Jazz Putih BM 1385 DS. Di dalam kedua mobil tersebut didapatkan empat koper travel berisi 258 Kg sabu senilai ratusan miliar rupiah,” jelasnya.

Dia mengatakan, penangkapan terjadi pada 1 Februari, setelah pengembangan yang dilakukan dari pelaku sebelumnya berhasil diungkap di daerah sebuah Hotel wilayah Padang Sumatera Barat pada 5 Januari 2021.

“Anggota kami berhasil menangkap seorang pelaku dan rekannya berhasil kabur,”katanya.

Dia menambahkan, pengembangan dari pelaku EP (32), petugas berhasil menyita 44 Kg sabu. Dari tersangka EP berkembang kepada penyuplai yaitu ketiga pelaku yang ditangkap di Pekanbaru, petugas menyita 258 Kg sabu.

Dia menambahkan, modus pelaku menggunakan jalur transportasi lintas barat di jalur sumatera.
Dalam mendistribusikan paket yang sudah mendapat pesanan dari atas ini, dimasukan ke dalam mobil dan para pelaku ini disuruh mengambil mobil dan mengemas barang bukti yang sudah ada di dalam mobil lalu dimasukan ke dalam karung dan koper yang sudah dibawa.

Sementara itu untuk wilayah pengedaran sabu, lanjut Fadil, untuk wilayah pulau Jawa dan Jakarta.

“Bagi para pelaku yang mempunyai peran yaitu ada yang bertugas mengepak sabu ke dalam koper travel supaya tidak curiga dan ada satu pelaku membawa mobil,”tambahnya.

Fadil memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengungkapa kasus di jajaran Polres Metro Depok khususnya Satresnarkoba.

“Pengungkapan yang spektakuler Polres Metro Depok Satresnarkoba telah berhasil ungkap total sabu 302 Kg dengan tersangka 9 dengan lima laporan kasus merupakan terbesar di jajaran Polres Metro Depok,” katanya.

Atas keberhasilan ini dari pimpinan wilayah yaitu Kapolres atau Kasat Narkoba termasuk anggota akan mendapatkan reward yaitu pin emas atau jenjang sekolah perwira bagi anggota ke inspektur dan perwira ke Sespim.

“Ini adalah upaya kita untuk terus menekan peredaran gelap narkoba untuk menuju Depok yang zero peredaran narkoba,”katanya.

Terpisah Kasat Narkoba Polres Metro Depok, AKBP Aldo Ferdian menambahkan telah mengincar para pelaku ini setelah ada pengakuan dari EP lebih dahulu ditangkap di Padang, mendapatkan sabu di daerah Pekanbaru.

“Para pelaku yang baru kita tangkap ini ketiganya sudah beberapa kali mengantarkan pesanan sabu ke EP di Padang. Sistem pemenasan para pelaku yakni sistem putus melalui telepon ditaruh dalam mobil yang sedang diparkir,” tandasnya.

Dia menuturkan ketiga pelaku ini mendapat upah sistem gaji. Pendistribusian pelaku dalam mengedarkan sabu melalui jalur darat lintas barat Sumatera.

“Sistem keuangan pelaku adalah gaji dengan bayaran Rp. 250 – Rp. 300 juta,”tambahnya.

Perwira jebolan Akpol 2000 ini menambahkan pelaku telah mengantarkan sebanyak dua kali.

“Keuntungan yang didapatkan para pelaku ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari karena masa pandemi ini sulit mendapatkan pekerjaan. Ketiga pelaku kita kenakan Pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukuman mati,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here