Siap-siap, Kamera E-Tilang Bakal Ditambah di Tiga Titik , Ini Lokasinya

410
Petugas saat memasang kamera CCTV e-Tilang di JPO Margonda beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok akan menambah kamera CCTV di sejumlah titik jalan protokol di Kota Depok dalam penerapan elektronik tilang dan E-TLE.

Kasatlantas Polres Metro Depok, AKBP Andi Muhamad Indra Waspada mengatakan, kedepan seluruh jajaran khususnya dalam salah satu program Kapolri yang baru akan kedepankan elektronik tilang dan E-TLE.

“Kami di wilayah hukum Polres Metro Depok khususnya di Satuan Lalu Lintas sudah lebih dulu penerapan E-TLE tapi akan dikembangkan,” ujarnya, kemarin.

Dia mengungkapkan, kamera E-TLE baru terpasang satu di Jalan Margonda Raya arah Jakarta.

“Untuk optimalkan dalam penerapan elektronik tilang dan E-TLE dalam waktu dekat ini akan kami tambah kamera E-TLE di tiga titik lokasi strategis lainnya di Depok,” katanya.

Dia menambahkan untuk pemasangan kamera baru tentu masih menunggu anggaran dari Pemerintah Kota Depok.

“Untuk rencana pemasangan kamera E-TLE ada di Jalan Juanda, persimpangan Jalan Raya Jakarta-Bogor (Bogor 8) dan Jalan Raya Sawangan arah Tol Desari Sawangan. Tentunya jika nanti penerapan E-TLE telah dioptimalkan dapat mengurangi anggota yang berjaga setiap hari untuk melakukan pengaturan lalulintas di jalan,” paparnya.

Kekuatan jumlah personil Lantas Polres Metro Depok setiap hari di sejumlah titik jalan utama melihatkan 1/4 kekuatandari personil yang ada di Polres. Indra berharap tujuan diberlakukan E-TLE oleh pimpinan bertujuan untuk menghindari pungutan liar bagi petugas di lapangan.

“Paling tidak akan lebih mudah masyarakat dalam proses tilang jika E-TLE secara otomatis segala pelanggaran akan terekam kamera zoom, secara sistem sudah ada data sehingga secara otomatis akan dikirimka ke alamat yang sesuai langsung dibayar ke kas Negara,” jelasnya.

Cara penilangan E-TLE ini, dia mengimbau kepada pemilik kendaraan mobil dan motor jika sudah dijual untuk segera diblokir surat kendaraan.

“Jika masyarakat tidak mau terkena pajak progresif secepatnya, jika sudah dijual pemilik pertama segera memblokir surat kepemilikan kendaraan hanya cukup dengan KTP dan KK ke petugas Samsat terdekat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here