Satgas Covid-19 Kelurahan Kukusan Ngeluh Minimnya APD ke Anggota Dewan

57
Satgas Covid-19 saat melakukan penjemputan pasien

Beji | jurnaldepok.id
Petugas satuan tugas penanganan Covid-19 terpaksa harus menggunakan Alat Pelindung Diri bekas.

Demikian dikatakan salah satu satu Satgas penanganan Covid-19 di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Suryadi Tolip saat berdialog dengan anggota DPRD Kota Depok, Rezky M Noor pada kegiatan reses.

Menurut dia, hal yang paling penting bagi petugas Satgas Covid-19 salah satunya APD dimana pemakaian APD hanya dilakukan sekali saja.

“Biasanya penggunaan APD dilakukan sekali, namun karena kekurangan stok maka kami gunakan APD berulang kali bahkan menggunakan APD bekas,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, biasanya APD dipakai petugas saat melakukan penyemprotan disenfektan dan jemput pasien untuk dirujuk ke lokasi isolasi mandiri. Petugas Satgas setiap hari melakukan penyemprotan disenfektan ke lingkungan dan menggunakan APD.

“Karena penyemprotan disenfektan dilakukan setiap hari maka penggunaan APD tinggi, akan tetapi pasokan APD minim sehingga petugas memakai APD bekas,” katanya.

Suryadi berharap kepada pihak terkait memberikan APD, dimana saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, masih tinggi bahkan nomor teratas di Kota Depok.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Depok, Rezky M Noor menambahkan pakaian APD merupakan salah satu sarana yang penting dalam upaya penanganan Covid-19 di lingkungan.

Dia menambahkan, selama tiga hari dirinya reses door to door para konsituennya menanyakan masalah penanganan Covid-19, dimana penanganan Covid-19 harus ditangani semaksimal mungkin.

“Terkait adanya satga Covid-19 yang menggunakan APD bekas kami menegaskan semestinya hal itu tak terjadi,” ungkapnya.

Pemakaian APD, kata dia, semestinya digunakan sekali pakai dan tidak boleh berulang kali, jika sudah dipakai lebih baik APD itu dibuang di lokasi yang ditentukan atau bisa dibakar.

“Kami akan berikan bantuan APD kepada Satgas Covid-19 Kukusan. Kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena jumlah kasus Covid-19 masih tinggi,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here