Awas! Ciliwung Meluap, Warga di Bantaran Kali Diminta Waspada

187
Terlihat tinggi mata air di Kali Ciliwung yang mendekati status siaga 3

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Hujan deras di wilayah Depok dan Bogor berdampak pada tinggi muka air di Pos Pantau Ketinggian Air Sungai Ciliwung Jembatan Panus, Sukmajaya, Kota Depok.

Dimana air sungai Ciliwung nyaris meluber ke jalan lingkungan RW 01 Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji.

Syarizal, kepada wartawan mengatakan air Sungai Ciliwung ketinggiannya naik dan nyaris mendekati jalan lingkungan warga.

“Kami lihat air Sungai Ciliwung nyaris meluber ke jalanan, namun tidak merendamnya,” ujarnya, Minggu (7/2).

Dia mengimbau kepada warga untuk tetap waspada karena saat ini intensitas hujan sangat tinggi dan bisa saja ketinggian air sungai Ciliwung kembali naik.

Di lokasi lain Petugas Pos Pantau, Ardi mengatakan, ketinggian air sungai Ciliwung mencapai 260 centimeter pada pukul 10.10 WIB. Namun demkian, Ardi mengungkapkan pada pukul 12.30 WIB tinggi air mulai menurun dan terpantau 250 centimeter.

“Pukul 12.30 WIB sudah menurun jadi 250 centimeter,” tegasnya.

Kondisi tinggi permukaan air ini diungkapkan Ardi dapat terus meningkat, mengingat hujan deras kembali mengguyur daerah Bogor siang kemarin.

“Bisa saja (naik,red), karena info terakhir di Bogor hujan lagi,”katanya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutahuruk mengatakan, pihaknya sudah menggelar apel siaga bencana lintas instansi yang melibatkan kepolisian, TNI, relawan, dan dinas terkait.

“Ini dilakukan sebagai bentuk komunikasi terpadu untuk mengetahui respons di lapangan. Kemudian kami melakukan pengecekan terhadap personil dan alat secara berkala,” jelasnya.

Menurut Denny, pihaknya juga telah mendata lokasi rawan bencana. Setidaknya terdapat tiga titik rawan longsor dan dua titik pembuangan sampah ilegal di sepanjang Sungai Ciliwung.

“Kecamatan Tapos, Pancoran Mas dan Cipayung menjadi wilayah yang sering terjadi bencana,” terangnya.

Pihaknya, lanjut Denny, meminta masyarakat memperhatikan setiap imbauan terkait infomasi cuaca dan peringatan dini kebencanaan.

“Jika terjadi kondisi kedaruratan segera menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112. Sebanyak 300 personel kami siap membantu masyarakat jika terjadi bencana,” tpungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here