Tak Punya Uang untuk Main Game Online, 5 ABG Curi Ayam

224
Tim Jaguar saat mengamankan ABG yang kedapatan mencuri ayam

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Lima Anak Baru Gede (ABG) diamankan Tim Jaguar Polres Metro Depok karena diduga mencuri ayam di kawasan Rawa Denok, Kecamatan Pancoran Mas.

Komandan Tim Jaguar Polres Metro Depok, Iptu Winam Agus menuturkan, kasus ini terungkap ketika pihaknya sedang melakukan patroli di wilayah Kecamatan Pancoran Mas.

“Saat berpatroli bersamaan melintas sekelompok ABG, merasa ada yang tak beres, kemudian anggota mengintrogasi sejumlah anak baru gede karena membawa ayam,” ujarnya, kemarin.

Adapun inisial ke empat ABG tersebut yakni, ZA, AR, RE, dan AH. Awalnya, mereka mengaku ingin menjual ayam di Pasar Parung.

“Terus saya tanya ayam dari mana, pertama ngakunya ayam ayahnya. Saya tanya lagi karena curiga, akhirnya dia ngaku ternyata itu ayam milik orang lain, yang rumahnya tidak jauh dari rumah mereka, masih satu lingkungan,”katanya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati ada dua ekor ayam yang disembunyikan dari balik kaos pelaku. Jenisnya ayam kampung.

“Begitu saya bawa ke rumah korban yang punya ayam, ternyata dia ini punya warung dan sering kehilangan barang, seperti gas 3 kg, terus yang lain-lainnya, nah ini mengarah ke anak-anak yang kami amankan ini,” paparnya.

Saat diintrogasi petugas, mulut ke empat ABG itu bau minuman beralkohol.

“Jadi sebelum beraksi mereka ini ternyata sempat meminum miras. Kami menduga kuat, para pelaku nekat melakukan aksi pencurian itu untuk foya-foya. Anak-anak ini sudah pada menyimpang, sudah pada minum alkohol meski masih kelas 2 SMP. Terus hobinya main game di warnet. Jadi begitu saya telusuri ternyata mereka sudah dua kali nyolong ayam, kemudian ngambil uang orang tuanya, pernah juga kehabisan bensin terus nyolong bensin eceran,” ungkapnya.

Oleh petugas, kasus ini kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi menduga, para pelaku nekat melakukan hal itu demi mendapatkan uang untuk main game online.

“Kami serahkan pada pengurus RT, karena kasusnya pun masih satu lingkungan dengan tinggal mereka. Jadi pengurus RT, orangtua dan korban yang menyeselaikan masalah ini. Petugas menjaga agar anak-anak ini jangan sampai jadi sasaran kemarahan, namun wajib dibina agar tidak mengulangi perbuatannya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here