Sisi Kemanusiaan, Pedagang Pasar Muamalah Rutin Bayar Zakat Setiap Jumat

46
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Komunitas pedagang di Pasar Muamalah selalu bersedekah kepada warga sekitar dengan memberikan Dinar ataupun Dirham. Kemudian uang tersebut dibelanjakan di Pasar Muamalah yang digelar tiap dua pekan sekali di hari Minggu. Warga penerima sedekah dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur dan lainnya.

“Iya Dirham (sedekah). Kalau sekarang tidak banyak (yang menerima) karena jumlahnya kan dibatasi, paling 40. Kalau dulu sampai 100 juga,” ujar Anto, salah satu pedagang, kemarin.

Dikatakannya, tiap satu orang penerima sedekah akan mendapatkan satu Dirham. Donasi tersebut didapat dari hasil zakat para muzakki. Muzakki adalah orang yang dikenai kewajiban membayar zakat atas kepemilikan harta yang telah mencapai nisab.

“Zakat itu kan enggak rutin, sesuai haul. Satu tahun sekali lah kalau itu (zakat). Itu pun kalau sudah nisab. Kalau hartanya ngga sampai (nisab), ngga bayar dia. Zakat dari muzakki itu dikordinir oleh para pedagang untuk disalurkan pada mustahik. Musatahiknya ya di sekitar sini saja. Kami utamakan sekitar sini karena kan di sini banyak kalau mustahik itu sepelemparan batu,” katanya.

Sementara itu, Parman pedagang lainnya mengatakan Pasar Muamalah itu memang ada. Transaksinya memang menggunakan emas dan perak. Namun, ternyata para penjual di sana juga menerima rupiah sebagai alat tukar transaksi. Jika ada orang yang tidak punya uang, maka bisa dilakukan dengan sistem barter.

“Iya memang ada pakai Dirham dan Dinar. Tapi, kami juga terima rupiah. Bahkan kalau memang benar-benar tidak ada uang ya bisa pakai beras untuk barternya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here