Tak Mau Budaya Asli Tergerus, Pemuda Ini Tolak Wacana Kampung Turki

340
Adamas

Margonda | jurnaldepok.id
Pemuda Asli Tanah Pasundan (Kota Depok) yang juga Wakil Ketua Organisasi Garuda Nusantara, Adamas secara tegas menolak terkait wacana yang digulirkan Pemkot Depok perihal didirikannya Kampung Turki di Kota Depok.

“Saya tahu dan memahami upaya Wakil Wali Kota Depok terpilih, Imam Budi Hartono itu baik, meskipun masih sebatas wacana karena belum jelas lokasinya dimana. Tapi saya tetap menolak, karena alasan saya menolak adalah jika hanya untuk memajukan Kota Depok dari segi ekonomi dan infrastruktur buat apa mendirikan Kampung Turki,” ujar Adamas kepada Jurnal Depok, Rabu (3/2).

Ia mencontohkan, Bali dan daerah lain bisa maju mandiri dan berdaya saing terbukti dengan banykanya turis dari berbagai Negara yang mengunjungi Pulau Dewata tersebut.

Bukan hanya keindahan laut, kata dia, mereka pun menjaga dan melestarikan keaslian seni dan budayanya sehingga sangat bernilai dan bisa memajukan wilayah tersebut.

“Kota Depok bisa seperti itu apalagi di Depok ini ada dua kesenian dan kebudayaan asli Nusantara yang sudah diakui dunia (UNESCO) yaitu Sunda dan Betawi. Kenapa Pemkot Depok bukannya menggali potensi tersebut. Ingat Nusantara, bangsa ini dihargai oleh bangsa luar karena keberagaman suku dan kekayaan kesenian budaya yang ada,” paparnya.

Lebih lanjut ia berharap, Pemkot Depok memikirkan kembali ide gagasan yang akan mendirikan Kampung Turki tersebut.

“Jika memang harus didirikan tolonglah dirikan dulu Kampung Lingkung Seni dan Budaya asli bangsa kita. Lihat Bogor, disana ada Kampung Inggris, tidak luput disana juga ada Kampung Sunda yang dimana itu adalah jati diri seni budaya Bogor,” katanya.

Adamas juga mengutip pesan dari Almarhum Abah Asep Sunandar Sunarya sebagai senimam dalang Wayang Golek

“Martabat suatu bangsa bisa diukur dari budayanya, kalau budayanya rusak maka bangsanya akan hancur,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok menawarkan pendirian Kampung Turki kepada Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal di acara daring beberapa waktu lalu. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here