Pemiliknya Diamankan, Kios Pasar Muamalah di Beji Dipasangi Garis Polisi

870
Terlihat garis polisi melintang di kios Pasar Muamalah

Beji | jurnaldepok.id
Kios yang diduga dijadikan pasar Muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji, dipasang garis polisi sementara setelah sang pemilik pasar, ZS diamankan di Mabes Polri.

Pantauan di lokasi kios yang sebelumnya dijadikan jual madu dan barang lainnya terpantau ditutup. Tidak ada aktivitas di kios tersebut, sementara terlihat garis polisi berwana kuning. Sejumlah warga yang berada disamping kios tidak mengetahui kapan kios tersebut dipasang garis Polisi.

“Engak tau kapan dipasangnya, saat pagi hari sudah terpasang,” kata Gunawan, salah satu pemilik rumah makan, kemarin.

Sementara itu pendiri pasar Mumalah, ZS sudah diamankan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Kabar penangkapan pemilik Pasar Muamalah ini pun dibenarkan oleh kepolisian setempat.

“(Diamankan) Bareskrim Mabes Polri mas,” ujar Kapolsek Beji, Kompol Fatimah, melalui pesan singkatnya pada wartawan, Rabu (3/2).

Akan tetapi, Fatimah berujar dirinya tidak bisa berkomentar lebih banyak ihwal penangkapan ZS.

“Saya enggak bisa komentar ya,” katanya singkat.

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono membenarkan pihak kepolisian menangkap pendiri Pasar Muamalah. Rusdi belum menuturkan lebih lanjut terkait dengan alasan penangkapan yang dilakukan.

Lurah Tanah Baru, Kecamatan Beji, Zakky Fauzan mengatakan bahwa aktivitas pasar tersebut sedang dalam pendalaman oleh aparat kepolisian.

Dia menyebut Pasar Muamalah beroperasi setiap Hari Minggu per dua pekan sekali di Jalan Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. Pasar Muamalah dibuka di sebuah ruko milik seorang warga bernama ZS (60) dan beroperasi mulai pukul 07.00-11.00 WIB.

Menurutnya, setiap transaksi di pasar tersebut menggunakan koin Dinar dan Dirham. Pasar tersebut menjual sejumlah barang seperti sendal nabi, parfum, makanan ringan, madu, hingga pakaian.

“Yang saya ketahui untuk proses pembayaran pada transaksi jual beli di Pasar Muamalah dengan menggunakan koin Dinar dan Dirham,” ungkapnya.

Sementara itu ZS dalam media sosialnya mengatakan dirinya pamit undur dari kegiatan komunikasinya.

“Saya harus pamit dalam segala kegiatan komunikasi, ini terakhir kami melakukan akses komunikasi,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here