Madu Dijual Dua Dirham, Pedagang Ungkap Cara Transaksi di Pasar Muamalah

792
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Keberadaan Pasar Muamalah di kawasan Tanah Baru, Beji sedang menjadi perbincangan. Viralnya pasar ini lantaran ada yang mengaitkan keberadaan pasar tersebut dengan munculnya khilafah di Depok.

Seperti yang diunggah sebuah youtube channel Kanal Anak Bangsa Tv. Dalam tayangan tersebut Rudi S Kamri mengatakan dari literasi yang dia dapat bahwa di Kota Depok ada Pasar Muamalah dengan sistem khilafah.

“Saya buka-buka referensi, di Depok ini sudah 10 tahun ada Pasar Muamalah, transaksinya sistem khilafah,” kata Rudi dalam youtube channel tersebut.

Namun ketika mendatangi lokasi di Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji, itu hanya ada beberapa ruko saja. Disana salah satunya ada toko madu yang dikelola oleh Parman. Informasi yang didapat di lokasi, Pasar Muamalah itu memang ada. Transaksi disana memang menggunakan emas dan perak.

Namun ternyata para penjual disana juga menerima rupiah sebagai alat tukar transaksi. Bahkan jika memang ada orang yang tidak punya uang maka bisa dilakukan dengan sistem barter.

“Iya memang ada dipakai Dirham dan Dinar. Tapi kami juga terima rupiah. Bahkan kalau memang benar-benar tidak ada uang ya bisa pakai beras untuk barternya,” katanya.

Hal itu pun dibenarkan oleh Anto salah satu pedagang di komunitas tersebut. Menurutnya sistem barter masih mereka gunakan untuk transaksi. Sedangkan untuk uang Dirham pun juga bisa digunakan. Untuk madu yang dia jual misalnya dipatok harga 2 Dirham atau setara Rp 150 ribu.

“Ya gitu barter. Itu (Dirham) kalau yang bisa (punya) saja. Yang nggak bisa ya pakai barter,” paparnya.

Di Pasar Muamalah itu dijual aneka kebutuhan. Mulai dari madu hingga sembako. Untuk madu yang dijualnya sendiri terdiri dari jenis akasia, trigona dan lainnya. Pasar tersebut biasanya hadir tiap hari Minggu namun tidak tetap.

“Minggu. Sebulan gak nentu juga. Ada madu, roti. pada umumnya kebutuhan pokok seperti beras minyak goreng, sabun. Penjual disini berasal dari mana saja. Karena tidak ada syarat khusus dan uang sewa untuk berjualan disini. Dari kalangan mana aja mereka boleh dagang,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here