Setelah Dua Minggu, 10 Pejabat di Depok Kembali Divaksin Sinovac

50
Kapolres dan Dandim usai menjalani vaksin tahap kedua

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 10 pejabat termasuk tokoh agama kembali mendapatkan suntikan vaksin Sinovac fase dua di Rumah Sakit Universita Indonesia, Kamis (28/1).

Di Rumah Sakit UI terlihat Kapolres Metro Depok, Kombes Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Dandim 0508 Depok Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj, Kepala Dinas Perhubungan Dadang Wihana dan Kemenag, H Asnawi.

“Ya kami siap kembali mendapatkan suntikan vaksin tahap kedua,” ujar Kolonel Agus Isrok Miroj.

Dia mengatakan, sejak mendapatkan vaksin pada 14 Januari tubuhnya tidak mengalami masalah.

“Alhamdullilah sehat sampai saat ini,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan 10 pejabat dan unsur Forkompinda Kota Depok kembali menerima suntikan vaksin Sinovac. Menurutnya, sesuai rencana, penyuntikkan vaksin dosis dilakukan di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Dia mengatakan pada pelaksanaan vaksinasi dosis kedua terhadap 10 pejabat Depok tersebut, tidak dilakakun acara seremoni, melainkan langsung tahap pemberian vaksin.

“Tidak ada seremoni, langsung pemberian vaksin, beda dengan pemberian vaksin sebelumnya. Pemberian vaksin kedua bertujuan untuk menghasilkan antibodi yang diharapkan maksimal. Sehingga dapat melindungi diri dari infeksi virus Covid-19,” paparnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana usai disuntik menuturkan, suntik vaksin merek Sinovac dosis pertama sudah diberikan pada 14 Januari kemarin. Sebagai salah satu peserta vaksinasi, dia menjelaskan, untuk proses penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua tetap dilakukan skrining kesehatan.

“Tahapannya masih sama, setelah divaksin akan dilihat reaksinya selama 30 menit. Serta diberikan edukasi,” katanya.

Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu dan ikut menyukseskan Vaksinasi Covid-19. Dengan harapan dapat mewujudkan herd imunity di Indonesia khususnya Kota Depok.

Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi juga mengajak semua tokoh agama dan dai untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19. Pasalnya, vaksinasi ini penting dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Coronavirus.

“Tidak usah takut sebab ini demi kesehatan kita semua,” katanya.

Vaksin yang disuntik dinilai tidak ada efek samping yang dialaminya setelah disuntik vaksin Covid-19 yang kedua. Ia sebelumnya sudah melakukan vaksinasi bersama sejumlah pejabat Kota Depok pada 14 Januari kemarin.

“Alhamdulillah tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin merek Sinovac yang kedua ini. Semoga ke depannya tidak ada gejala dan tetap sehat,” harapnya.

Lanjut dia, selama 14 hari setelah disuntik vaksin yang pertama, ia juga tidak mengalami gejala dan gangguan kesehatan.

“Lalu untuk suntik vaksin kedua ini tahapannya juga masih sama. Yaitu dilakukan skrining pertanyaan seputar indikator kesehatan. Setelah memenuhi persyaratan maka dilakukan penyuntikan vaksin,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here