Komisi VI DPR RI Instruksikan Pemerintah untuk Segera Atasi Kelangkaan Daging Sapi

59
Mahfudz Abdurrahman

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota Komisi VI DPR RI, Mahfudz Abdurrahman angkat bicara dengan aksi protesnya para pedagang daging sapi di pasar-pasar. Hal itu disebabkan oleh sangat mahalnya harga daging sapi saat ini.

“Alasana yang mereka ungkapkan sangat masuk akal, kalau harga daging sapi sudah sangat mahal, modal makin besar. Yang beli pasti makin sedikit, ujungnya semua akan rugi. Ini harus disikapi serius oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian,” ujar Mahfudz kepada Jurnal Depok, Minggu (24/1).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai, saat ini Indonesia tak bisa keluar dari persoalan rantai pasok (supply chain) kebutuhan pangan dan masalah itu selalu berulang.

“Saat pasokan over alias berlebih, harga jatuh. Saat pasokan menipis, otomatis harga makin mahal. Padahal kami yakin semua bisa diperkirakan, diperhitungkan dan diantisipasi. Ini membuat miris kita semua,” paparnya.

Mahfudz yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Kota Depok-Kota Bekasi mengungkapkan, banyak yang mengeluh kepada dirinya kenapa harga daging sapi tidak juga turun, padahal puasa dan lebaran masih lumayan lama.

“Pedagang daging pun mengeluh, mereka bingung kenapa pasokan daging tidak ditambah?, padahal harga daging sudah tidak wajar lagi sejak lama. Sekarang ini harga daging sudah mencapai Rp 130 ribu, bahkan Rp 140 ribu perkilo. Sudah sangat tidak wajar, dimana yang wajar dikisaran Rp 100 ribu perkilo,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dapil Depok-Bekasi merupakan Dapil perkotaan yang ribuan pelaku usaha menggunakan daging sapi dalam usahanya dan mereka yang terkena dampak mahalnya harga daging sapi, termasuk ibu-ibu rumah tangga.

“Kami meminta jajaran pemerintah terkait, baik di pusat dan di daerah agar membuat langkah nyata. Persoalan mahalnya harga daging sapi bisa segera terselesaikan. Kami di DPR akan meminta pertanggungjawaban pemerintah, dalam hal ini mitra Komisi VI yaitu Kementerian Perdagangan,” tegasnya.

Mahfudz yang juga menjabat Bendahara Umum DPP PKS juga meminta jajaran penegak hukum, untuk mencari tahu kenapa daging sapi makin langka dan ujungnya harga makin mahal.

“Bukan apa-apa. Untuk antisipasi saja, jangan-jangan ada pihak yang bermain. Sehingga meraup untung besar atas mahalnya harga daging sapi. Kalau ternyata benar ada, harus ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku agar jera,” katanya.

Tak hanya itu, Mahfudz juga mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memperbanyak operasi pasar daging sapi, terutama di pasar-pasar tradisional dengan harga yang terjangkau untuk membantu pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan daging sapi.
“Tetap dengan memperhatikan kualitas daging sapi, jangan malah nanti muncul persoalan baru. Dikarenakan kualitas daging sapi yang tidak baik,” tukasnya.

Ia juga meminta semua pihak terkait dalam hal ini pemerintah, sektor swasta besar dan kecil serta pedagang, agar peristiwa yang terjadi saat ini tidak lagi terjadi di masa yang akan datang.

“Apalagi beberapa bulan kedepan sudah masuk bulan puasa dan lebaran. Ketersediaan pasokan harus mencukupi dan yang paling penting harga harus wajar,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here