10 Hari Pelanggaran PPKM Mencapai 2.537 Kasus

64
Kasatpol PP saat membagikan masker kepada pengguna jalan

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja menemukan sekitar 2.537 pelanggaran selama masa Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak tanggal 11 Januari 2021. Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny.

“Dari tanggal 11, ada 2.537 pelanggaran. Pelanggar masker 1.267, protokol kesehatan, 1.222, kemudian dunia usaha yang melanggar 28, kerumunan 20,” ujarnya, kemarin.

Dari total ribuan pelanggaran tersebut, Lienda menuturkan pihaknya mengenakan sanksi denda pada sejumlah pelanggar, dan terkumpul Rp 3,5 juta.

“Total kas daerah baru Rp 3,5 juta. Sebelumnya Rp 109 juta ditambah Rp 3,5 juta. Satu pelanggar bervariasi. Misalnya toko melanggar ada maksimal Rp 5 juta, kalau berulang lagi bisa sampai Rp 10 juta. Per-individu sanksi sosial ada juga denda Rp 50 ribu. Tapi kebanyakan sanksi sosial bentuknya bersih-bersih,” katanya.

Lienda menjelaskan, segala bentuk penindakkan dari pihaknya harus disertai dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Ada istilah Satpol PP baru kesini, gak mungkin kesini lagi. Nah inikan bicara tingkat kesadaran. Patuh bukan karena ada Satpol PP, fenomena sedang saya pelajari gimana caranya. Sekeras apapun tindakan hukum, kalau tidak disadari kesadaran masyarakat itu percuma. Bagaimana kita tingkatkan kesadaran saling ingatkan kedisiplinan seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

Kebanyakan, sambungnya, yang tak bermasker itu adalah di pemukiman.

“Misalnya jalan kecil dengan alasan rumah saya disitu, cuma mau ke warung, ke tetangga, ini yang jadi fokus, lingkup terkecil,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here