Jumlah Warga Terpapar Covid-19 Meningkat, Taman Merak Ditutup Lagi

49
Terlihat garis pengaman melintang di Taman Merak

Limo | jurnaldepok.id
Pengurus lingkungan Perumahan Griya Cinere mengaku terpaksa menutup kembali Taman Merak yang berlokasi di lingkup Perumahan Griya Cinere Rt 01/10, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, lantaran dalam dua pekan terakhir jumlah warga terpapar covid meningkat dan disisi lain para pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Ya sebelum nya kami sempat memberi kelonggaran dengan membuka taman untuk umum dengan catatan pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan di wastafel yang telah kami sediakan, dan tidak bergerombol, tapi ternyata imbauan kami sama sekali tak diindahkan, ditambah lagi saat ini jumlah warga terpapar Covid 19 terus meningkat sehingga kami memutuskan untuk menutup kembali taman sampai batas waktu yang belum ditentukan,” papar Alex selaku Ketua Rt 01/10, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

Dikatakan Alex, pihak nya selalu berkoordinasi dengan pihak Kantor Kelurahan saat akan menutup dan membuka taman, dan terkait penutupan kembali taman merak, dia memastikan sudah mendapat persetujuan dari Lurah Limo, AA. Abdul Khoir.

“Kami sudah lapor ke Lurah terkait kondisi di taman dan pak Lurah telah mengizinkan taman dititup lagi sampai menunggu wabah mereda,” ujar Alek kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menambahkan, dalam kondisi wabah yang semakin marak, sangat riskan jika membiarkan taman dipadati oleh pengunjung, terlebih kata dia pengunjung bukan hanya berasal dari wilayah Kelurahan Limo saja namun banyak warga dari luar wilayah Limo yang juga memanfaatkan taman sebagai tempat beristirahat dan rekreasi.

“Pengunjung nya bukan cuma orang Limo saja, tapi banyak dari luar Limo, bahkan banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang sengaja mampir untuk beristirahat ditaman, belum lagi anak anak yang datang ke taman untuk main futsal karena memang ada fasilitas lapangan futsal diarea taman,” imbuhnya.

Pernyataan senada dilontarkan oleh Dedi selaku Ketua Rw 10, Kelurahan, Limo, Kecamatan Limo.

“Saya mendukung ditutupnya kembali taman karena jangan sampai ada kluster baru akibat taman dibuka kemudian banyak warga atau pengunjung yang terpapar Covid, pak Rt sudah benar mengambil keputusan dan warga harus mematuhi larangan mengoptimalkan taman sebagai tempat beristirahat selama dalam masa Pandemi Corona,” pungkas Dedi. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here