Wali Kota Ungkap Yayan Wafat Dalam Keadaan Syahid, Selamat Jalan Pejuang Pemkot

724
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Kabar duka datang dari Pemerintah Kota Depok, dimana pejabat terbaiknya yakni H Yayan Ariyanto dipanggil sang pencipta Allah SWT pada, Selasa (19/1) sore.

Ucapan duka mengalir deras dari rekan sejawat tak terkecuali Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

“Innalillahi Wainnailahi Rojiun, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Depok kami turut berduka yang mendalam atas wafatnya Pak Yayan Ariyanto. Semoga husnul khotimah dan wafat dalam keadaan syahid, pejuang pandemi covid yang gugur di masa wabah yang mencemaskan setiap kita,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Selasa (19/1).

Idris mengungkapkan, almarhum merupakan sosok pejabat yang tidak neko-neko dan lurus dalam menjalankan tugasnya.

“Selamat jalan pejuang pemkot, kegigihan dan kecekatan serta kecermatan almarhum selama berkarya nyata di Depok, dialah Pak Yayan yang saya kenal. Tidak banyak bergurau, sekali bergurau dengan gaya sundanya membuat kita terhibur,” paparnya.

Insya Allah, sambung Idris, perjalanan hidup selanjutnya bagi almarhum adalah kemudahan-kemudahan sampai ke pulau bahagia yang hakiki, sorga Allah SWT.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, H Dadang Wihana yang merupakan rekan sejawat Yayan mengungkapkan, almarhum merupakan sosok yang baik, memiliki prinsip kerja, memiliki kedisiplinan, idialisme dan konsepsi dalam membangun kota.

“Saya merasa kehilangan beliau. Pada saat kotif beliau sudah membangun kota dengan anggaran yang sangat minim. Saya mengenal almarhum 26 tahun selama di birokrasi ini,” ungkapnya.

Dadang juga menilai, kinerja Yayan sangat bagus yang memiliki prinsip kerja dan didasari oleh idiealisme yang ingin membangun sesuatu.

“Contoh hal kecil ketika ia menjadi camat, orang lain belum terpikir tentang Jambu Jamaika, namun almarhum memperkenalkan itu yang akhirnya sempat boming. Almarhum sosok yang luar biasa terlebih pada saat Depok masih jadi kotif,” jelasnya.

Ucapan duka juga datang dari Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Herry Setiawan. Herry yang saat itu masih menjadi wartawan Jurnal Depok memiliki kesaksian alangkah baiknya Yayan.

“Almarhum merupakan narasumber saya saat bertugas di Limo-Cinere pada saat saya di Jurnal Depok. Saya bersaksi almarhum orang baik, murah senyum dan tidak sungkan berbagi rezeki kepada teman-teman,” terangnya.

Herry menambahkan, sikapnya sebagai seorang birokrat dalam mengatasi persoalan tegas dan tanpa kompromi.

“Semoga amal baik Pak Yayan menjadi bekal hidup di akherat kelak. Selamat jalan Pak Yayan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here