Tim Jaguar Terima Informasi Adanya Penyekapan Warga di Cimanggis

27
Tim Jaguar saat mengggerebek rumah yang diduga ada penyekapan

Cimanggis | jurnaldepok.id
Tim Jaguar Polres Metro Depok mendapat laporan adanya kasus penyanderaan dengan modus menggunakan senjata api di sebuah rumah, di kawasan Pekapuran, Kecamatan Cimanggis. Namun sesudah dilakukan penggerebekan hasilnya hoax atau tidak benar.

Dalam video amatir yang diunggah ke media sosial terlihat, Tim Jaguar datang menggunakan seragam taktikal lengkap dengan senapan serbu laras panjang. Mereka tiba di lokasi kejadian sekira pukul 03:30 WIB Petugas terpaksa membawa senjata karena dari informasi yang didapat pelakunya membekali diri dengan pistol.

Kapolsek Cimanggis, Komisaris Polisi Agus Khaeron mengatakan, kejadian ini bermula ketika pihaknya mendapat laporan dari seorang wanita yang menyebut ada penyanderaan di rumah tersebut.

“Jadi orangtua yang punya rumah yang nelepon. Pada saat telepon ke Polsek katanya anaknya disekap, nah mereka ini tinggal bersebelahan,” jelasnya, kemarin.

Khawatir pelakunya berbuat nekat, polisi pun terpaksa mendobrak paksa rumah tersebut dan meminta penghuninya tiarap, sesuai prosedur keamanan.

“Nah info dari orang tuanya anaknya disekap pakai senjata api. Tapi begitu kita datangin ke sana kita ragu juga, makanya saya langsung telepon Jaguar saat kejadian itu,”katanya.

Setelah diperiksa, ternyata laporan tersebut tidak terbukti.

“Saat Jaguar datang kita langsung dobrak, tapi ternyata tidak ada apa-apa, hanya karena kepanikan dan kekhawatiran orang tua. Jadi orang tuanya kaya halusinasi dengar bahwa ditelepon sama anaknya yang disekap menggunakan senjata api,” paparnya.

Di rumah itu, petugas hanya mendapati sepasang suami istri yang sedang tertidur

“Jadi orangtuanya juga sudah minta maaf,” kata Agus.

Agus Khaeron menambahkan, bagi masyarakat diimbau untuk tenang jika mendapat kabar negatif membawa-bawa orang terdekat di sekitar diri sendiri.

“Jangan panik dan usahakan tenang. Jika mendapat telepon ‘Mama Minta Pulsa’ istilahnya pertama cek kebenaran informasi tersebut ,”katanya.

Katim Jaguar Polres Metro Depok Iptu Winam Agus menambahkan, segala perlindungan dari serangan dadakan sudah diantisipasi dengan cara penyergapan taktis namun saat di dobrak pintu rumah di dalam hanya ada anak pelapor berdua dengan istri di kamar.

Dia mengaku kejadian ini bermula ketika pelapor mendapatkan telepon gelap sekitar pukul 04.10 WIB bahwa anaknya sedang disekap dan meminta tebusan Rp 50 juta.

“Kepanikan sang bapak ini terjadi ketika beberapa tahun silam anaknya juga pernah menjadi korban perampokan. Tidak mau terjadi kedua kali setelah menerima telepon orang tidak dikenal melapor tetangga dilaporkan ke Polsek Cimanggis,” tandasnya.

Dalam ancaman si pelaku, lanjut Winam, jika tidak segera di transfer sejumlah uang maka anaknya akan dibunuh.

“Pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta, jika tidak nyawa anaknya laki-laki berusia 30 tahun dibunuh. Karena kata penelpon gelap sebagai pelaku bilang anaknya di dalam disekap dengan menggunakan senjata api,”paparnya.

Sementara itu anggota Jaguar Polres Metro Depok, Aiptu Tulus mengungkapkan, pada waktu kejadian setelah mendobrak pintu rumah karena curiga dari dalam tidak ada reaksi ternyata anak si pelapor dengan istri ini sedang tidur di dalam, sontak mereka menjerit.

“Bapak anak ini yang diinformasikan disekap perampok sudah ketakutan. Lantaran tahun lalu anaknya juga pernah menjadi korban perampokan di rumah sehingga trauma. Lalu bapak sebagai pelapor ini tidak jadi menstransfer sejumlah uang diminta dari penelepon gelap,”tuturnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here