Kadinkes Depok Sebut Nolak Divaksin Covid Bakal Rugi

225
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, warga bisa rugi jika tidak bersedia divaksin Covid-19 saat ini. Karena dikhawatirkan nanti bisa saja ada kebijakan baru untuk vaksinasi berbayar, tergantung pada kebijakan pemerintah nantinya.

Nova yang masuk dalam daftar nama pertama vaksin mengaku tidak ada reaksi apapun pasca disuntik.

“Nggak ada rasanya. Jadi nolak kalau kata saya rugi. Mungkin nanti ada kebijakan baru lagi bayar atau apa, kan pemerintah kita nggak tahu,” paparnya, kemarin.

Setelah dua pekan, dirinya diminta untuk kembali lagi dan dilakukan vaksinasi kembali.
Dia menjelaskan, sebelum vaksin tidak dilakukan rapid test atau swab. Namun penerima vaksin akan menjalani proses skrining terlebih dahulu.

“Tidak (rapid), ada screeningnya. Kalau ada salah satu jawabannya yang tidak sesuai berarti tidak. Jadi dicek suhu, tensi. Jadi bisa tidak bisa dan bisa juga ditunda,” ungkapnya.

Ditegaskan bahwa untuk vaksin Sinovac ini hanya bisa diberikan pada mereka yang tidak pernah terkonfirmasi Covid-19. Ia juga menjelaskan belum tahu untuk vaksin jenis lainnya.

“Tidak, karena yang telah terkonfirmasi ini tidak masuk ke dalam penelitian. Vaksin Sinovac ini memiliki syarat itu. Nggak tau juga kalau ada vaksin lain,” tegasnya.

Kota Depok menerima vaksin sebanyak 11.140 vial. Vaksin itu diperuntukkan bagi 11.130 tenaga kesehatan dan 10 orang pejabat di Depok.

Vaksin didistribusikan dari gudang obat Pemerintah Kota Depok ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang telah ditunjuk.

“Nanti disesuaikan dengan nakes masing-masing. Jadi kalau misalnya sasarannya banyak di situ mereka bisa menentukan sendiri kan mereka juga yang ngerjain. Nanti kalau buat masyarakat baru. Ini kan internal ya, sesuaikan di faskes masing-masing. Ketika nanti pas di masyarakat baru kita atur berapa-berapanya,” tambahnya.

Untuk tahap awal tersedia 252 tenaga vaksinator yang sudah terlatih. Mereka akan ditempatkan di sejumlah faskes dan RS.

“Untuk kebutuhan tiap titik akan kita sesuaikan. Disesuaikan dengan sasaran masing-masing faskes. Pokonya di total 252 untuk keseluruhan vaksinator,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here