Terkait Denda Vaksin, Pemkot Depok Masih Tunggu Peraturan Gubernur

201
Mohammad Idris

Beji | jurnaldepok.id
Masyarakat diminta tidak memiliki keraguan terhadap upaya pemberian Vaksin Covid-19 yang dilakukan pemerintah dalam upaya menghilangkan virus yang menyerang Indonesia sejak awal Maret 2020.

“Kalau bingung, tanya dengan ahlinya. Jangan tanya yang lain, share-share WhatSapp,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat lauching Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit UI, Kmais (14/1).

Idris berharap masyarakat tidak memiliki keraguan terhadap upaya yang dilakukan pemerintah ini dalam menghilangkan virus yang menyerang Indonesia sejak awal Maret 2020.

“Tentunya upaya ini diharapkan dapat mencegah bahkan membumi hanguskan Covid-19,” paparnya.

Dikatakan Idris, saat launching perdana ini, sebanyak 10 pejabat daerah dan Forkopimda akan menerima vaksin Covid-19 merek Sinovac. Selanjutnya, vaksinasi Covid-19 akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kota Depok.

Dia menambahkan, sebelum divaksin, calon penerima vaksin akan menjalani beberapa tahapan pemeriksaan. Di antaranya pengecekan suhu, skrining dengan 16 pertanyaan, lalu dilakukan pemberian vaksin.

“Salah satu syarat penerima vaksin yaitu tidak pernah terkonfirmasi positif Covid-19,”katanya.

Hingga kini belum ada sanksi bagi warga Depok yang menolak untuk divaksin Covid-19. Pasalnya, hingga saat ini belum ada peraturan wali kota (Perwal) terkait hal tersebut.

“Sampai saat ini, di perwal kami belum mengatur terkait dengan denda untuk mereka yang menolak untuk divaksin,” terangnya.

Pemerintah Kota Depok masih menunggu peraturan dari Pemprov Jawa Barat terkait regulasi sanksi yang akan diberikan.

“Kami menunggu provinsi terkait untuk sanksi denda. Kemarin dari Pak Gubernur ada informasi akan ada denda, kami masih menunggu regulasi itu. Jadi, kalau provinsi sudah keluarkan Pergub, maka daerah harus mengikuti. Tapi sementara ini untuk Kota Depok sendiri belum mengeluarkan Perwal itu,” pjelasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, proses launching vaksinasi berjalan lancar dari mulai screaning awal. Selanjutnya, mereka (10 orang tadi) akan kembali setelah 14 hari terhitung pada Kamis (14/1).

“Kami coba mengedukasi pada warga dan 10 orang ini dari berbagai unsur termasuk saya, tadi disuntik tidak terasa juga, mekanismenya pun cukup baik, kami semua masih segar bugar,” jelasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here