Wali Kota: Jangan Ada Praduga Terkait Vaksin, Ikuti Ikhtiar Pemerintah

279
Wali Kota Depok saat melihat kesiapan RSUI sebagai lokasi vaksin

Margonda | jurnaldepok.id
Masyarakat Kota Depok diimbau untuk tidak menolak adanya pemberian Vaksin Sinovac.
Demikian dikatakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris terkait adanya pemberian vaksin pada, Kamis(14/1) hari ini yang rencananya akan dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Dia menegaskan, pada dasarnya tidak ada pilihan untuk menolak karena vaksinasi untuk kepentingan bersama. Pemerintah, katanya, sudah melakukan berbagai ikhtiar untuk mengatasi pandemi Covid-19, termasuk mengadakan vaksin.

Vaksin itu bahkan telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ketika ditanya apakah akan ada sanksi bagi warga yang menolak divaksin, Idris mengatakan (pemberian vaksin) adalah ketetapan pemerintah.

“Kita positif thinking, jangan ada praduga-praduga, jangan sampai waswas. Waswas itu biasanya banyak, ‘Awas lu, awas lu’. Nah, ini malah bahaya. Kita nurut kepada pemerintah dalam hal ini untuk kita bisa lakukan vaksinasi,” ujarnya, kemarin.

Dia mengingatkan, sertifikat halal MUI dan izin penggunaan darurat BPOM menjadi bukti bahwa vaksin itu tidak hanya halal tetapi juga aman.

“Insya Allah, mudah-mudahan, apalagi kalau sudah ulama, tokoh agama, sudah bilang yes, sudah, percayalah,” tuturnya.

Dia menambahkan dirinya tidak akan divaksin karena sempat terkonfirmasi Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD Kota Depok.

“Tadi saya baca dari kementerian juga, begitu saya konfirmasi memang demikian, (bahwa) syarat utama untuk bisa langsung (divaksinasi Covid-19 harus) discreening dengan 16 pertanyaan. Masalah tensi, penyakit komorbid yang tidak terkontrol, ini ditanya semua,” kata dia.

Salah satu dari 16 pertanyaan dalam screening jelang vaksinasi Covid-19 adalah soal riwayat pernah terkonfirmasi virus SARS-CoV-2 atau tidak.

“Pertanyaan pertama itu, Bapak pernah terkonfirmasi positif Covid-19 atau nggak, begitu. Itu pertanyaan pertama dari 16 itu. Kalau (pertanyaan) 1 bilang iya, ya berarti keluar, berarti tidak dapat vaksin. Jadi sudah paham ya?,” jelasnya.

Idris menyebutkan untuk launching penyuntikan vaksinasi covid akan diuji coba terlebih dahulu 10 orang.

“Untuk launching besok ini penerima vaksin covid dari nakes 200, aparat 10, dan komunitas,”katanya.

Untuk tahapan yang akan dijalani pada penerima calon vaksin, lanjut Idris, dari tenaga kesehatan akan melakukan screning sebanyak 16 pertanyaan.

“Jika dari screning satu saja sudah ada pernah terjadi misal jika sudah pernah terkena positif Covid-19 maka tidak bisa menerima vaksin,”paparnya.

Sementara itu untuk lokasi vaksin launchingnya adalah di Rumah Sakit Universitas Indonesia. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here