Dinilai Berjasa Terhadap Kota Depok, Nama Wan Naming Diusulkan untuk Nama Jalan

230
Bernhard

Margonda | jurnaldepok.id
Presidium Koalisi Rakyat Nasionalis Depok (KRND) dalam rapat plenonya pada akhir pekan kemarin, telah menghasilkan pokok-pokok pikiran yang dituangkan dalam rekomendasi tentang usulan penetapan nama jalan H Naming D. Bothin di Kota Depok yang akan disampaikan kepada Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

“Adapun dasar pertimbangan pengajuan nama H Naming D Bothin sebagai nama jalan di Kota Depok mengingat yang bersangkutan merupakan mantan Ketua DPRD Kota Depok,” ujar Bernhard, Ketua Presidium Koalisi Rakyat Nasionalis Depok, Selasa (12/1).

Tak hanya itu, sambungnya, sosok Naming juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Depok yang sudah diketahui perjuangannya memajukan masyarakat dan Kota Depok selama hidupnya.

Terlebih, sambungnya, ketika beliau berada di pemerintahan sejak Kota Depok masih menjadi bagian dari Kabupaten Bogor dan masih menjadi kecamatan.

“H Naming juga pernah menjabat sebagai Lurah Beji selama 17 tahun sejak 1977 hingga 1994. H Naming telah berjuang bersama-sama masyarakat Depok untuk memajukan kesejahteraan rakyat dan menjadikan Depok kota otonomi,” paparnya.

Selain itu, kata dia, pria yang akrab disapa Wan Naming juga pernah berkiprah di dunia politik menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Wakil Ketua DPRD Kota Depok tahun 1999-2004, Ketua DPRD Depok periode 2004-2009 dan Wakil Ketua DPRD tahun 2009-2014.

“Mengingat masyarakat Kota Depok telah kehilangan salah satu tokoh dan putra terbaik warga asli Depok yang lahir di Kukusan, Beji, maka menurut kami perlu mencatat dan mengenang atas jasa dan perjuangannya dalam memajukan masyarakat dan Kota Depok,” jelasnya.

Tak terkecuali, sambungnya, masyarakat Kota Depok wajib mengetahuinya, sehingga pencantuman namanya ditetapkan sebagai nama jalan di Kota Depok merupakan konsekuensi logis secara moralitas untuk mengingat jasa-jasanya.

“Kita harus jujur mengatakan H Naming telah banyak berkiprah dalam membangun Kota Depok baik dibidang ekonomi, olahraga dan sosial budaya. Mulai dari desa hingga saat ini menjadi Kota Depok yang maju dan berbudaya. Termasuk perjuangan H Naming selaku tokoh masyarakat Depok menjadikan Kota Depok yang berpisah dari Kabupaten Bogor. H Naming yang mempelopori itu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here