Wakapolda Pantau Keberadaan Kampung Tangguh di Cimanggis

64
Wakapolda beserta jajaran saat meninjau Kampung Tangguh di wilayah Cimanggis

Cimanggis | jurnaldepok.id
Kampung Tangguh yang ada di Kota Depok dinilai bisa memutus penyebaran Covid-19. Demikian dikatakan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo saat mendatangi Kampung Tangguh di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

“Sesuai perintah Bapak Kapolda Metro Jaya pada hari Senin beliau menyampaikan akan berkantor di polsek di wilayah-wilayah jajaran PMJ,” ujarnya, Senin (11/1).

Disana, kata dia, beliau melakukan pengecekan di Kampung Tangguh yang ada di wilayah RW 10 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

“Sehingga saya mewakili Pak Kapolda tadi ke Polsek Cimanggis juga mengecek Kampung Tangguh di Cimanggis yang ada di RW 10 Kelurahan Tugu,”katanya.

Setelah dilakukan pengecekan, sambungnya, bisa terlihat bagaimana penanganan Covid-19 di Kota Depok. Sinergi banyak pihak diperlukan dalam menangani dan memutus mata rantai Covid-19.

“Kita bisa melihat bagaiman Covid terus naik, tapi tentunya ada upaya yang harus dilakukan bersama antara TNI-Polri, Dinkes dan masyarakat. Kita lihat di RW bagaimana bisa mengatasi warganya yang terkena Covid baik itu testing, tracing dan treatment sehingga harapan kita kedepan Covid bisa diatasi dan warga DKI dan Indonesia bisa beraktivitas seperti dulu lagi,” tambahnya.

Dari hasil pemantauan, Wakapolda menuturkan, apa yang dilakuan di RW 10 ini bisa disebarkan ke wilayah lain. Sehingga penanganan Covid-19 di Kota Depok dapat dilakukan dengan baik.

“Ya tentunya yang di RW 10 bisa kita bawa pada RW lain di wilayah Depok biar bisa mengatasi ketika warganya ada yang terkena dan bisa menekan penyebaran. Kota Depok masih berstatus zona merah atau daerah dengan rrsiko tinggi penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar menambahkan berbagai upaya pun telah dilakukan untuk menekan penyebaran virus berbahaya itu, salah satunya dengan membentuk Kampung Tangguh. Jajarannya turut memperkuat program itu. Ada 34 Kampung Tangguh yang telah terbentuk di Kota Depok.

“Ini kami fokuskan yang masuk zona merah, supaya zona merah berubah bukan hanya oranye. Pinginnya langsung hijau. Saat ini kami fokuskan yang zona merah agar segera membaik menjadi oranye atau kuning,” tandasnya.

Ia mengatakan, di RW 10 terlihat semangat gotong-royong warga untuk mengatasi pandemi Covid-19. Berbagai upaya sudah dilaksanakan, mulai dari penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga ketahanan ekonomi, dan bahkan keamanan.

Di kawasan RW 10 tercatat ada sekira 11 warga yang positif terinfeksi Covid-19 dan harus diisolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit. Peran Kampung Tangguh di antaranya mencukupi kebutuhan pasien yang diisolasi mandiri, seperti menyediakan sembako.

“Jadi di sini ada Lumbung Pangan. Saya rasa ini sangat bagus langkah yang dilakukan Pak RW. Lumbung Pangan ini mengakomodir kebutuhan sembako bagi warga yang terdampak Covid-19,” terangnya.

Dia berjanji akan terus memberikan dukungan kepada warga, khususnya mereka yang ada di area Kampung Tangguh.

Wagiman, Ketua RW setempat, mengaku bersyukur dengan bantuan itu.

“Bagi warga yang isolasi mandiri kami lakukan penyemprotan disenfektan tiga hari sampai dengan lima hari sekali,”katanya.

Sementara itu menurut Wagiman rata -rata yang terjangkit adalah klaster kantor dan tenaga kesehatan.

“Jujur lumbung pangan kami sudah kembang kempis, dan ini (bantuan) sangat bermanfaat untuk kami. Terima kasih Pak. Saat ini yang masih perawatan ada 30 orang dalam isolasi mandiri di rumah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here