Pelaku Pencabulan di Rumah Ibadah Divonis 15 Tahun Penjara

48
Ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
SPM, terdakwa pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak yang terjadi di Rumah Ibadah, Pancoran Mas divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Depok 15 tahun penjara.

Sidang nomor perkara 473/Pid.Sus/2020/PN.Dpk yang mendakwa SPM melakukan kekerasan seksual terhadap dua anak ini dipimpin oleh Majelis Hakim yang terdiri dari Hakim Ketua Majelis Nanang Herjunanto, serta Hakim Anggota Forci Nilpa Darma dan Nugraha Medica Prakasa.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan perbuatan cabul secara berlanjut. Pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan 3 bulan,” ujarnya, Rabu (6/1).

Nanang Herjunanto menambahkan terdakwa SPM juga harus membayar restitusi pada korban lainnya, berinisial B sebesar Rp11.520.639 atau diganti dengan pidana kurungan 3 bulan.

Vonis yang dijatuhkan hakim jauh lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yang saat itu menuntut hukuman bui selama 11 tahun. Sang pengacara dan para keluarga korban puas atas putusan hakim.

Sementara itu, penasihat hukum korban, Azas Tigor Nainggolan menambahkan dirinya melihat putusan hakim sudah tepat karena hukuman maksimal sesuai pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.

Namun ia berharap ke depan ada aturan yang lebih keras tentang kejahatan terhadap anak.

“Karena angka kejahatan seksual pada anak itu masih tinggi di Indonesia, harapannya ada revisi,”katanya.

Dengan PP 70 itu (tentang kebiri) menunjukkan ada revisi untuk memutus rantai hukuman yang ada dalam sekarang di undang-undang masih terasa ringan, makanya perlu direvisi. Terdakwa melakukan kekerasan seksual terhadap sejumlah anak laki-laki di bawah umur. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here