Kasus Kebakaran pada 2020 Disebut Menurun

34
Petugas Damkar saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mencatat selama tahun 2020, kasus kebakaran mengalami penurunan.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutahuruk kepada wartawan mengatakan, jika pada 2019 sebanyak 203 kasus, tahun 2020 hanya 123 kasus.

“Pada bulan Januari sebanyak sembilan kasus, Februari 11 kasus, Maret 13 kasus, April 13 kasus, Mei enam kasus dan Juni tujuh kasus,” ujarnya, kemarin.

Kemudian, sambungnya, Juli 11 kasus, Agustus 18 kasus, September 17 kasus, Oktober delapan kasus, November lima kasus, Desember lima kasus.

“Mayoritas kasus kebakaran tahun ini disebabkan korsleting listrik sebanyak 78 kasus. Sementara penyebab lainnya yaitu kompor meledak 14 kasus, serta puntung rokok dan sebagainya 31 kasus,” paparnya.

Dengan banyaknya kasus kebakaran akibat korsleting listrik, dirinya meminta masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya rutin mengecek kabel yang sudah berusia lebih dari lima tahun, menggunakan peralatan elektronik sesuai dengan prosedur, dan menjauhkan barang yang mudah terbakar.

Dia juga menyarankan agar setiap rumah dan tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Tabung ukuran 5 Kg untuk skala rumah tangga serta tempat usaha tabung 6 Kg. Jika terjadi kebakaran warga bisa menelpon Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 agar bisa segera ditangani petugas,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here