Harga Kedelai Mahal, Ukuran Tahu Tempe Dikecilin

418
ilustrasi

Laporan: Aji Hendro
Para perajin tahu dan tempe di Kota Depok harus memutar otak untuk mengendalikan harga tempe dan tahu di pasaran, hal tersebut dilakukan agar tetap berproduksi.

Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu Tempe Korwil Depok, Romli mengatakan, ia dan para pengrajin tahu tempe lainnya mencari siasat agar bisa tetap produksi tanpa harus menaikan harga jual.

“Caranya adalah dengan mengecilkan ukuran tahu dan tempe dengan harga yang sama sebelum harga kacang kedelai naik. Ukuran (tahu dan tempe saat produksi) nya yang kita kecilin, tapi jumlah satu kantongnya tetap sama isinya,” ujarnya, Rabu (6/1).

Menurut Romli, siasat tersebut dilakukannya agar para pelanggannya tetap membeli tahu dan tempe hasil produksinya. Para pelanggannya kebanyakan adalah pedagang pecel lele dan pedagang gorengan.

“Tahu tempe ini kan makanan semua kalangan, banyak yang beli tapi ngga mau diinaikin harganya, sementara kita (para pengrajin) juga kan harus mutar otak biar ngga nombok terus,” katanya.

Selain harga kacang kedelai yang kini menyentuh angka Rp 9.200 per kilonya, Romli menyatakan bahwa ada juga tantangan lain yang harus dihadapi dirinya dan para pengrajin.

“Sebelum naik dua bulan terakhir ini harga kacang kedelai Rp 7.000 per kuintal. Kemudian naik menjadi Rp 8.000 per kilo dan terus merangkak naik dan mencapai puncaknya pada akhir Desember lalu Rp 9.200 per kilo,” paparnya.

Romli menambahkan, naiknya harga minyak sayur yang digunakan untuk memproduksi tahu tempe juga memengaruhi ongkos produksi. Untuk satu derigen minyak sayur, Romli harus mengeluarkan biaya Rp 200 ribu lebih.

“Sebelumnya, harga satu derigen minyak sayur hanya Rp 160.000. Kalau minyak sayurnya sudah naik sejak empat bulan lalu, sudah naik duluan sebelum harga kacang kedelai naik. Makanya itu kita berharap pemerintah dalam hal ini presiden bisa mendengar keluhan kami para pengrajin dan mohon untuk bisa segera ditangani masalah ini,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here