Berpolemik Dengan Kasatpol PP, Wak Econg Buka-bukaan

302
Hery Prasetyo

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Polemik yang terjadi antara Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany dengan salah seorang aktivis Kota Depok, Herry Prasetyo atau yang akrab disapa Wak Econg memasuki babak baru.

Wak Econg yang beberapa hari ini bungkam, kemarin secara blak-blakkan mencurahkan isi hatinya terkait polemik tersebut. Ia mengatakan, statusnya di media sosial yang menyebut nama Kasatpol PP tak lain didasari keprihatiannya terhadap peredaran minuman keras di Kota Depok.

“Pada tanggal 30 Desember 2020 saya sudah mempertanyakan ke Kasatpol PP terkait peredaran miras di Kota Depok. Tapi enggak ditanggapi,” ujar Econg kepada Jurnal Depok, Senin (4/1).

Diakui Econg, pada tanggal 1 Januari 2021 dirinya memposting tulisan ‘Kabarnya Linda Kasatpol PP Dapat Setoran dari Bandar Miras Samping Pemkot Depok Karena Hingga Hari Ini Enggak Mampu Tutup Kios Miras Tersebut’.

“Postingan itu kemudian saya kirim ke Bu Lienda, tapi lagi-lagi enggak ditanggapi juga, malah ia lapor polisi,” paparnya.

Dirinya malah mempertanyakan dimana letak pencemaran nama baiknya kepada Kasatpol PP.

“Emang Kastpol PP itu siapa namanya?, kan namanya Bu Lienda. Kalau masalah kabarnya itu kan sudah beredar di media, adanya aksi demo dan obrolan teman-teman. Kalau masih buka berarti kan masih ada yang ditutupi,” jelasnya.

Pria yang juga akrab disapa Hersong itu mengatakan, sebagai penegak perda harusnya konfirmasi kepada dirinya bukan malah lapor polisi.

“Ini terkesan membungkam pergerakan kami sebagai aktivis. Saya enggak takut dilaporin polisi. Sebagai masyarakat saya punya hak untuk melakukan kontrol. Begitu juga sebaliknya, sebagai pejabat Bu Lienda jangan anti kritik,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa dirinya merasa kecewa lantaran diduga ada agen miras yang jaraknya tak jauh dari Balikota Depok yang diduga dibiarkan.

“Lokasinya enggak sampai 500 meter dari balaikota, makanya kami teriak jangan dibiarkan saja, kalu jauh sih enggak ada masalah. Saya hanya menjaga wibawa kantor wali kota jangan sampai dibiarkan itu agen miras. Kami minta ditutup itu agen miras, dimana-mana dirazia tapi di situ enggak. Jangan sampai ini terkesan menjadi masalah pribadi,” ungkapnya.

Saat ini, sambungnya, dirinya mengaku telah didampingi 12 pengacara dan ratusan aktivis siap menghadapi laporan Kasatpol PP Kota Depok.

Sebelumnya Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny melaporkan seorang warga atas dugaan pencemaran nama baiknya melalui media sosial.

Lienda melaporkan warga ke kantor polisi Polres Metro Depok di Jalan Margonda karena tidak terima dituduh menerima suap dari bandar minuman keras (Miras).

Dalam postingan tersebut, pemilik akun Herry Hersong Pansila atau yang lebih akrab disapa Wak Econg menulis ‘Kabarnya Linda Kasatpol PP Dapat Setoran dari Bandar Miras Samping Pemkot Depok Karena Hingga Hari Ini Enggak Mampu Tutup Kios Miras Tersebut’.

“Hari ini saya datang ke Polres untuk membuat laporan Polisi terkait dengan adanya postingan salah satu akun yang menyatakan bahwa saya, selaku Kasatpol PP menerima setoran dari bandar miras,” ujarnya, Sabtu (2/1).

Ia menegaskan, dirinya terpaksa menyikapi hal ini secara serius karena tuduhan tersebut tidak mendasar dan merupakan pembohongan publik.

“Itu tentunya menggangu saya selaku pribadi dan juga institusi karena saya merasa tidak pernah mendapat setoran dari siapapun, dari manapun dan terkait apapun, karena itu melanggar dan tidak pernah kami lakukan,” jelasnya.

Lienda khawatir, postingan tersebut menimbulkan persepsi negatif terhadap citra maupun kinerja aparat khususnya Satpol PP Kota Depok.

“Dampak dari postingan itu khawatir menggiring opini publik yang membenarkann statmen tersebut. Maka itu perlu saya tindak lanjuti sesuai proses peraturan perundang-undangan,”pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here