Ribuan Botol Minuman Keras untuk Malam Tahun Baru Dimusnahkan

151

Margonda | jurnaldepok.id
Ribuan minuman beralkohol (minol) dari berbagai merek yang akan dikonsumsi pada pergantian malam tahun baru dimusnahkan dengan cara dilindas mesin giling.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny kepada wartawan mengatakan ribuan minuman berakholol yang dimusnahkan merupakan hasil razia gabungan antara Satpol PP, Polres Metro Depok, dan Kodim 0508/Depok sejak Agustus hingga Desember tahun 2020.

Adapun jenis minumas keras tersebut terdiri dari type A, B dan C dengan kadar alkohol 5 hingga 65 persen.

Semuanya merupakan hasil razia di 11 kecamatan se-Kota Depok, jika dikalkulasikan dengan uang mencapai sekitar Rp 157.750.000.

“Anggota kami masih menemukan adanya penjualan miras yang bebas dan tidak berizin, dan ilegal,” ujarnya, Rabu (30/12).

Dampak dari peredaran miras, kata dia, banyak potensi terjadinya kriminalitas dan gangguan ketertiban umum.

Lienda menjelaskan, pemusnahan minol ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Kegiatan operasi miras, tegasnya, akan terus dilaksanakan agar Kota Depok semakin kondusif.

Dirinya menerangkan, operasi penertiban yang dilakukan bersama aparat TNI-Polri ini selain dalam upaya penegakan peraturan daerah (Perda) juga dalam rangka menekan kerumunan orang, terlebih jelang perayaan jelang tahun baru.

“Pengalaman kami sering ada pesta miuman beralkohol. Harapan kami penertiban ini bisa mengurangi perayaan tahun baru, terlebih sekarang di masa pandemi karena ada larangan berkerumun,” paparnya.

Penertiban ini, sambungnya, bisa mengurangi aktivitas-aktivitas yang terbiasa merayakan tahun baru dengan minuman beralkohol dan berkerumun.

Lienda menilai, kegiatan itu meresahkan masyarakat dan berpotensi menggangu ketertiban umum hingga bisa mengarah pada tindakan pidana.

“Kekhawatiran lainnya adalah rentan terjadi penyebaran atau penularan COVID-19. Kami akan terus lakukan penertiban miras untuk menjaga kondusivitas di Kota Depok,” ucapnya.

Lienda berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya minuman beralkohol bisa lebih tergugah dari penertiban ini.

“Kami sangat mengharapkan dengan kegiatan ini lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya peredaran minol dan mengkonsumsi minol yang dilakukan bebas atau ilegal, karena ini akan berdampak anak muda kita banyak yang mengkonsumsi miras,” ajaknya.

Sehingga, kata dia, nantinya diharapkan penertiban minol dapat menjadikan Depok lebih baik dan generasi mudanya lebih unggul sesuai visi dan misi Kota Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here