Pemkot Depok Putuskan Belajar Dari Rumah Diperpanjang Hingga Juni 2021, Tak Ada Belajar Tatap Muka

2605
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 420/621-Huk/Disdik tentang Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 Masa Pandemi Covid 19 di Kota Depok.

Dimana, dalam surat tersebut tertuang bahwa Pemerintah Kota Depok tidak mengizinkan satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka pada semester genap Tahun Ajaran 2020/2021 kepada seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD/TK/RA/SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan lembaga pendidikan non formal.

“Melaksanakan pembelajaran pada semester genap Tahun Ajaran 2020/2021 dengan Belajar Dari Rumah (BDR) mulai tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan tanggal 25 Juni 2021, pedoman pelaksanaannya akan ditetapkan dengan Peraturan Wali Kota,” ujar Mohammad Idris, Wali Kota Depok, kemarin.

Adapun waktu pelaksanaannya, kata dia, jam belajar mulai pukul 07.00-12.00 WIB hari Senin-Jumat, pembelajaran disesuaikan dengan jadwal pelajaran masing-masing satuan pendidikan, selama jam belajar siswa wajib berada di rumah.

“Pelaksanaan bakat minat siswa (kegiatan ekstrakulikuler) dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai, jadwal diatur oleh satuan pendidikan. Selama kegiatan pembelajaran guru berada di satuan pendidikan masing-masing,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Thamrin mengungkapkan bahwa pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021 batal dilaksanakan dengan berbagai macam pertimbangan.

“Kami sudah rapat dengan tim satgas, Dinas Kesehatan dan dinas terkait semuanya sepakat belum merekomendasikan di Januari digelar pembelajaran tatap muka. Sehingga untuk sekolah-sekolah yang ada di Depok ini baik sekolah yang berada dibawah Kemendikbud maupun Kemenag sepakat untuk tidak dilakukan tatap muka,” tandasnya, Rabu (30/12).

Namun begitu, kata dia, Tim Satgas merekomendasikan bila ada hal-hal khusus yang perlu ada penanganan terhadap siswa, maka guru boleh berkunjung ke rumah siswa.

“Atau sebaliknya siswa dapat dipanggil bergantian ke sekolah. Misalnya siswa kelas satu yang belum bisa baca sama sekali. Namun hal itu harus seizin orang tua mereka,” jelasnya.

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru, akan dilakukan secara online dari setiap jenjang pendidikan seperti PAUD, TK, RA, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here