Dekat Dengan Presiden PKS, Imam Tak Lakukan Lobi Politik untuk jadi Ketua

112
Imam (kedua kiri) foto bersama dengan pengurus DPD PKS Kota Depok yang baru

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan bahwa dirinya tidak melakukan lobi-lobi politik untuk menjabat ketua DPD.

“Enggak ada loby. Ini amanah yang berat buat saya, saya berharap memang bukan saya yang menjadi ketua DPD dan berharap yang lain saja menjadi ketua DPD. Tapi amanah ini tak bisa ditawar-tawar oleh DPP dan diharapkan bisa menjalankan tugas serta target yang telah ditetapkan DPP kepada kami di DPD,” ujar Imam kepada Jurnal Depok, Senin (28/12).

Meski begitu, Imam tidak memungkiri dirinya memiliki kedekatan dengan Presiden PKS saat ini yakni Ahmad Syaikhu.

“Ustad Syaikhu ke rumah saya pada saat Pilkada 9 Desember lalu karena ingin memberikan semangat kalau kita akan menang. Enggak ada hubungannya dengan Musda PKS hari ini (kemarin,red),” paparnya.

Bicara hubungan baik, Imam mengatakan bahwa dirinya baik kepada semua orang dan tanpa ada batasan.

“Kan saya juga enggak mungkin membatasi komunikasi dengan Presiden PKS, semua relawan maupun masyarakat saya buka komunikasi. Saya dulu sekretarisnya beliau (Syaikhu,red) di Fraksi PKS Jawa Barat. Jadi kedekatan dengan beliau memang dekat, tapi bukan gara-gara dekat ini saya menjabat ketua DPD, enggak seperti itu,” jelasnya.

Bahwa kebijakan di PKS saat ini, sambungnya, menjadikan pejabat publik di daerah sebagai ketua partai apakah sebagai ketua DPD maupun DPW.

Imam yang saat itu didampingi Sekum DPD PKS, Hermanto dan Bendahara DPD PKS, Ade Supriyatna berharap mudah-mudahan beratnya amanah itu menjadi ringan ketika seluruh kader PKS dan struktur partai berjalan lebih baik lagi.

“Soliditas dan militansi kader terus digerakkan agar target dapat tercapai. Kami mengajak kepada seluruh warga Depok untuk mendukung PKS dengan cara mendaftar sebagai kader PKS,” ajaknya.

Sementara itu Ketua Majelis Pertimbangan Daerah, TM Yusuf Syahputra mengungkapkan, bahwa terpilihnya Imam telah melalui proses pemilihan raya (Pemira) di internal PKS.

“Ada sekitar 50 nama yang dijaring, kemudian diserahkan ke DPW dan delapan orang akhirnya ditetapkan oleh DPP. Jadi, yang menetapkan kami ini DPP, tentunya melalui mekanisme partai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here