Siap-siap, Pelanggar Protokol Kesehatan Langsung di Rapid Tes

153
Salah seorang warga saat di rapid tes di ambulans

Margonda | jurnaldepok.id
Petugas melakukan Rapid Tes di dalam ambulans kepada warga yang melanggar protokoler kesehatan seperti berkerumun dan tidak memakai masker.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka mengingatkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya mentaati protokol kesehatan menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru).

“Disini kita menjelang Nataru mengingatkan kembali pada masyarakat agar tak berkerumun dan tetap menjaga disiplin,” kata Azis didampingi Dandim 0508/Depok, Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj, di Jalan Raya Margonda, kemarin.

Azis mengatakan, sasaran operasi kali ini adalah kerumunan dan orang-orang yang masih saja tidak mengenakan masker dengan alasan apapun. Mereka yang terjaring, juga langsung mengikuti rapid tes Covid-19 di tempat, dengan fasilitas tenaga kesehatan yang sudah disediakan.

“Ternyata memang masyarakat ini masih perlu diingatkan setiap saat. Bila ada kerumunan dan tak mengenakan masker langsung kita rapid tes, bila terbukti reaktif langsung kita bawa ke pelayanan kesehatan atau Wisma Makara UI,” katanya.

Digelar di sepanjang Jalan Raya Margonda, sejumlah warga nampak terjaring operasi penegakan disiplin protokol kesehatan ini. Bahkan, ada seorang remaja yang sengaja berlari menghindari petugas lantaran tak mengenakan masker.

Mereka yang terjaring pun langsung didata oleh petugas Satpol PP Kota Depok. Sementara itu di lokasi lain, petugas Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan Rapid Tes Antigen dengan sasaran para awak bus dan penumpang di Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), sejumlah pemudik maupun pelancong mulai terpantau di kawasan Terminal Jatijajar, Depok.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, petugas pun melakukan pemeriksaan rapid test antigen pada penumpang dan awak bus.

“Kami lakukan rapid test antigen sesuai arahan Menhub melalui Ditjen Perhubungan Darat dan BPTJ. Target pemeriksaan setiap hari sekira 50 orang sampai 8 Januari mendatang,” ucapnya pada Sabtu (26/12).

Ia berharap mudah-mudahan pihaknya dapat memperoleh pemetaan kondisi penumpang terutama dari Depok yang hendak ke luar daerah.

Namun demikian, pemeriksaan rapid test antigen ini tidak bersifat wajib. Kemudian, jika ditemukan ada penumpang atau awak bus yang reaktif maka tidak akan diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

“Untuk rapid test antigen kita mengacu surat edaran Menhub, jadi sifatnya imbauan tidak wajib. Jika ada yang reaktif, maka akan dikembalikan ke tempat asalnya tidak boleh melanjutkan perjalanan untuk kemudian jalani isolasi,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here