RSUD Wilayah Timur Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,5SR

109
Pelaksana proyek dan pekerja saat meninjau RSUD wilayah Timur

Tapos | jurnaldepok.id
Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok wilayah Timur telah selesai pengerjaan tahap pertama. Selain itu, Rumah Sakit yang berada di daerah Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, dirancang lebih modern dan tahan gempa.

Project Manager PT Brantas Abipraya, Borsak Sitanggang mengatakan, selama 240 hari pengerjaan pembangunan proyek gedung RSUD Tapos untuk tahap stau telah selesai dikerjakan.

“Tahap pertama yaitu struktur dan kulit luar bangunan sudah selesai pengerjaannya. Selain itu bangunan berdiri di atas lahan 9.000 meter dengan total luas keseluruhan bangunan berlantai 7 dengan atap mencapai 16 ribu meter persegi telah dirancang tahan gempa hingga mencapai 9,5 skala ritcher,” ujarnya, kemarin.

Rencananya bangunan yang akan digunakan sebagai rumah sakit umum daerah Depok yang kedua telah dapat diselesaikan oleh tenaga kerja asal Jawa Tengah sebanyak 320 orang. Tenaga kerja yang diambil dari daerah Purwodadi ini telah mengikuti segala rangkaian tes kesehatan mulai dari rapid test semua sehat.

“Kami juga mengikuti protokol kesehatan di dalam proyek untuk mencegah penyebaran Covid-19. Rincian pembangunan gedung untuk tahap 1 secara keseluruhan sudah selesai. Bangunan terdiri 7 lantai berikut atap. Untuk area parkir mobil semi basment, lantai 1 IGD, sedangkan lantai 3 dan 4 digunakan untuk pelayanan, sedangkan lantai 5 dan 6 kamar, dan untuk lantai 7 atap total keseluruhan luas bangunan mencapai 16 ribu meter untuk perlantai luas mencapai 4.000 meter,”katanya.

Dia menambahkan, untuk ketersediaan kamar kelas 1 ada 80 kamar, kelas 2 ada 18, kelas 3 ada 60, VIP ada 2 dan kamar khusus isolasi ada 4 tempat tidur. Di gedung ini juga terdapat kantong parkir berada di basemen yang mampu menampung 140 unit mobil, motor 62 unit dengan fasilitas parkir dan peralatan yang lebih modern berbeda dengan RSUD Depok pertama di Sawangan.

Ia mengklaim, PT Abipraya bergerak di bidang kontraktor bangunan sudah berpengalaman dalam pembangunan beberapa RSUD di DKI Jakarta, maupun luar pulau Jawa.

“Untuk kekuatan bangunan sendiri sesuai SNI kuat sampai 20 tahun. Ditambah sudah didesign tahan goncangan gempa hingga 9,5 Skala Richter (SR). Juga teknologi yang diterapkan juga serba modern,”paparnya.

Sementara itu untuk target pengerjaan penyerahan bangunan RSUD Tapos tipe Kelas C ini kepada Dinas Pemukiman Kota Depok, sampai tahun 2022.

“Tahap kedua yaitu pengerjaan bagian luar agak sedikit lama dan memakan waktu. Selama pengerjaan tidak ada kendala baik dari perijinan maupun warga lokal sendiri sudah menerima dibangun rumah sakit. Untuk nilai anggaran dalam pengerjaan RSUD Tapos ini mencapai 93 Milliar sudah plus PPN,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here